Byklik.com | Berlin – Indonesia mempromosikan kampanye pariwisata #GoBeyondOrdinary pada pameran wisata business-to-business (B2B) terbesar dan paling bergengsi di dunia, Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2026, yang berlangsung pada 2–4 Maret 2026. Partisipasi ini difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dan menjadi bagian dari program Wonderful Indonesia.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, secara resmi membuka Paviliun Indonesia di Messe Berlin, Selasa, 3 Maret 2026. Menurutnya, tema #GoBeyondOrdinary menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menawarkan pengalaman berkualitas tinggi dan bernilai tambah.

“Kampanye #GoBeyondOrdinary mencerminkan pariwisata berkualitas, yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan di seluruh ekosistem pariwisata Indonesia,” ujar Menteri Widiyanti.
Paviliun Indonesia menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26, Booth No. 111, menjadi salah satu partisipasi terbesar Indonesia di ITB Berlin dalam lima tahun terakhir. Paviliun ini menampilkan produk unggulan, termasuk wisata bahari, gastronomi, wellness, wastra Nusantara (tekstil tradisional), serta paket wisata ramah Muslim.
Sebanyak 106 pelaku industri pariwisata dari 14 provinsi turut ambil bagian, terdiri atas 62 penyedia akomodasi, 25 Destination Management Companies (DMC), 12 agen perjalanan/tour operator, 4 desa wisata, dan 3 penyedia jasa pariwisata lainnya. Menteri Widiyanti menekankan, “Partisipasi ini menunjukkan keberagaman dan kekuatan pariwisata Indonesia, serta bukti nyata bahwa sektor ini tumbuh melalui kolaborasi dan kepercayaan bersama.”
Dalam pameran ini, target yang ingin dicapai adalah 580.000–630.000 potensi transaksi wisatawan (pax), setara dengan sekitar Rp15–16,6 triliun potensi devisa. Salah satu fokus adalah paket wisata ramah Muslim, yang semakin diminati wisatawan global, khususnya dari Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika.
“Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang terhubung secara personal dengan wisatawan melalui interaksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, dan tradisi autentik di setiap destinasi,” tambah Menteri Widiyanti.
Selain paviliun, rombongan mengunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI), pusat kebudayaan yang dikelola KBRI, untuk menampilkan seni Indonesia sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Jerman.***











