ByKlik.com | Banda Aceh — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), memimpin kunjungan kerja Pimpinan MPR RI ke Banda Aceh, Selasa, 10 Februari 2026, untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di delapan kabupaten Aceh. Bantuan disalurkan ke Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah sebagai bentuk komitmen negara hadir di tengah masyarakat terdampak.
Ibas menyampaikan duka mendalam atas musibah yang merenggut ratusan korban jiwa dan merusak rumah, fasilitas umum, serta sumber penghidupan warga. “Yang kita jaga kini adalah semangat menyambut asa untuk bangkit, bersatu, dan membangun Aceh yang kuat, aman, dan tangguh,” ujarnya.
Ia menegaskan pemulihan Aceh bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan, kepercayaan diri masyarakat, serta memastikan setiap keluarga terdampak dapat kembali menjalani hidup layak dan bermartabat.
Ibas memuji semangat gotong royong masyarakat Aceh dalam menangani bencana sejak akhir 2025, mulai dari dapur umum, posko pengungsian, hingga kerja kolektif menjaga martabat warga terdampak. Menurutnya, solidaritas Aceh menjadi kekuatan utama pemulihan.
Camat, kepala daerah, aparat, dan relawan, lanjut Ibas, telah bekerja cepat, namun proses rekonstruksi harus berbasis data kerusakan rumah, infrastruktur, dan ekonomi rakyat yang diverifikasi BNPB sejak Desember 2025 hingga awal 2026.
Ia menegaskan negara wajib memastikan pemulihan berjalan adil, manusiawi, dan menghormati martabat korban. “Pemulihan bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali harapan dan masa depan anak-anak Aceh,” katanya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menambahkan, kunjungan ini menindaklanjuti laporan Gubernur Aceh tentang dampak banjir dan longsor, sekaligus memastikan tindak lanjut pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyebut masih terdapat sekitar 17.000 KK atau 69–70 ribu jiwa yang mengungsi, sehingga pembangunan hunian sementara dan tetap menjadi prioritas.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemulihan yang berkelanjutan, khususnya di Aceh yang masih membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah Aceh juga mengusulkan percepatan distribusi bantuan ternak, genset untuk desa terdampak, serta pembangunan hunian sementara agar pengungsi tidak lama tinggal di tenda.
Sebagai bentuk solidaritas kebangsaan, MPR RI menyalurkan 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket perlengkapan ibadah. Kegiatan ini dihadiri seluruh pimpinan MPR RI, Menteri Dalam Negeri, pimpinan fraksi, perwakilan DPD RI, Kepala BPOM, serta jajaran pemerintah Aceh dan daerah terdampak.











