Byklik.com | Lhoksukon – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara dengan membuka akses jalan yang tertutup material kayu serta menormalkan fasilitas pendidikan terdampak. Salah satu titik prioritas berada di Gampong Geudeumbak, Kecamatan Langkahan, yang sebelumnya terisolasi akibat timbunan material banjir.
Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi menjelaskan, operasi pembersihan jalan di Gampong Geudeumbak telah berlangsung sejak 19 Desember 2025 dengan dukungan awal dua unit excavator. Operasi tersebut kemudian diperkuat enam unit alat berat tambahan dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Dinas Pekerjaan Umum daerah.
“Fokus utama saat ini membuka akses menuju dusun yang sebelumnya sulit dijangkau, khususnya Dusun Pante Rusep,” ujar Asep, Selasa (30/12/20205). Ia memastikan saat ini jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga ke ujung kampung, sehingga mobilitas warga dan distribusi bantuan berjalan lebih optimal.
Salah satu operator alat berat, Zulfadli asal Paya Bakong, mengungkapkan dirinya telah bekerja sekitar satu minggu bersama delapan personel lainnya. Operasi berlangsung setiap hari mulai pukul 07.40 hingga 17.20 WIB.
“Tantangan terberat adalah material kayu berukuran besar yang sering tersangkut dan berisiko merusak alat,” kata Zulfadli. Namun, menurutnya, dukungan relawan setempat sangat membantu, terutama dalam memotong kayu menggunakan mesin sehingga proses pembersihan dapat berjalan lebih lancar. Ia menegaskan pekerjaan ini menuntut kehati-hatian sekaligus semangat tinggi.
Selain di Geudeumbak, BNPB juga mengerahkan dua unit alat berat lainnya, masing-masing satu unit excavator di Rumoh Rayeuk untuk pengerjaan parit dan persiapan pembangunan hunian sementara (huntara), serta satu unit dozer untuk membuka akses jalan di wilayah Lubok Pusaka.
Pada sektor pendidikan, pembersihan pascabencana juga dilakukan secara intensif. Salah satunya di SDN 2 Langkahan. Kepala Sekolah SDN 2 Langkahan, Rusli, mengatakan pembersihan sekolah dimulai sejak 28 Desember 2025 dengan dukungan personel TNI dan dewan guru.
“Sebelumnya TNI juga membantu pembersihan di SMPN 3 Langkahan. Saat ini sekitar 12 personel TNI fokus di SDN 2 Langkahan, sementara lainnya membantu di SDN 3 dan SDN 7 Langkahan,” jelas Rusli.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan pada 5 Januari 2026. Sebanyak 375 siswa dijadwalkan mulai mengikuti pembelajaran sementara, dengan kelas 1 menggunakan tenda darurat, sedangkan kelas 2 dan kelas 6 telah memanfaatkan ruang sekolah yang selesai dibersihkan.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, serta unsur TNI, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh Utara agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap, aman, dan berkelanjutan.











