Berita Utama

Gibran Cek Huntara Aceh Tamiang, Progres Diminta Tepat Waktu

Avatar
×

Gibran Cek Huntara Aceh Tamiang, Progres Diminta Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming saat meninjau Rumah Hunian Tamiang 2 di Aceh Tamiang, Jumat, 30 Januari 2026. [Foto: Setwapres]

ByKlik.com | Kualasimpang — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, guna memastikan penanganan korban dan pembangunan hunian sementara (huntara) berjalan sesuai target, Jumat, 30 Januari 2026.

Kunjungan kerja ini dilakukan dua bulan setelah bencana besar melanda wilayah tersebut. Pemerintah pusat menegaskan pemulihan tidak hanya difokuskan pada penanganan darurat, tetapi juga pada keberlanjutan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.

Setibanya di Aceh Tamiang, Wakil Presiden meninjau sejumlah lokasi strategis, di antaranya SMP Negeri 1 Karang Baru untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang, pos pengungsian, serta beberapa titik pembangunan hunian sementara.

Baca Juga  Mendagri dan Wagub Aceh Cek Langsung Penanganan Aceh Tamiang

Fokus utama kunjungan diarahkan pada percepatan pembangunan huntara yang disiapkan bagi lebih dari 6.000 warga terdampak bencana. Hingga 26 Januari 2026, sekitar 2.600 unit huntara telah rampung dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian/lembaga dan dukungan pihak swasta. Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan seluruh pengungsi.

Wakil Presiden meninjau tiga lokasi utama pembangunan huntara, yakni kawasan Modular 1, Modular 2, dan Danantara. Di lokasi Modular 2, Koordinator Pembangunan Huntara PT Wijaya Karya (Wika) Mario melaporkan progres pembangunan telah mencapai 71 persen meski pekerjaan baru dimulai pada 14 Januari setelah pembersihan lumpur setebal hingga 1,6 meter.

Wakil Presiden menekankan agar pembangunan huntara diselesaikan tepat waktu sehingga warga dapat segera menempatinya, terutama menjelang Ramadan.

Baca Juga  Mensos Serahkan Bantuan Rp9 Miliar untuk Bencana Aceh

Setiap unit huntara modular berukuran 6×3 meter dan dilengkapi ruang tidur dengan dua kasur, dapur, serta area jemur. Di setiap blok juga tersedia fasilitas kamar mandi umum, ruang komunal, musala, serta area bermain anak untuk menunjang kenyamanan dan aktivitas sosial warga.

Salah seorang penghuni huntara, Lisa (30), mengaku kondisi tempat tinggal sementara jauh lebih layak dibandingkan tenda pengungsian sebelumnya.

“Di tenda banyak yang sakit dan berdebu. Sekarang lebih nyaman, apalagi kami punya anak kecil,” ujarnya.

Turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan tersebut antara lain Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA.