Hiburan & Budaya

Geulayang Tunang Dihidupkan, Menjaga Warisan Aceh

Avatar
×

Geulayang Tunang Dihidupkan, Menjaga Warisan Aceh

Sebarkan artikel ini
Turnamen Geulayang Tunang Piala Danyon C Pelopor dalam rangka HUT ke-80 Korps Brimob, Kamis, 5 Februari 2026. [Foto: Brimobda Aceh]

ByKlik.com | Nagan Raya — Turnamen Geulayang Tunang Piala Danyon C Pelopor yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Korps Brimob Polri resmi ditutup di Mako Batalyon C Pelopor, Kabupaten Nagan Raya, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang strategis pelestarian budaya tradisional layang-layang khas Aceh sekaligus mempererat hubungan Brimob dengan masyarakat.

Turnamen yang berlangsung hampir dua bulan tersebut diikuti 572 layang dari Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas, dengan partai final disaksikan ratusan warga yang memadati area Mako Batalyon C Pelopor.

Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Usman, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas antusiasme dan kedisiplinan selama turnamen berlangsung. Ia menegaskan bahwa Geulayang Tunang merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Baca Juga  Milad ke-56: UIN Sultanah Nahrasiyah Bersihkan Makam Tokoh Perempuan Aceh

Apresiasi juga disampaikan Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K. Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya dan penguatan silaturahmi antara aparat dan masyarakat.

“Geulayang Tunang adalah warisan budaya lokal yang memiliki nilai historis dan sosial. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat sinergi Brimob dan masyarakat,” ujar Zuhdi.

Baca Juga  Brimob Bersihkan MIN Swadaya Ulim Pascabencana di Pidie Jaya

Berdasarkan penilaian dewan juri, Juara I diraih Layang Trieng Pureh dengan hadiah sepeda motor, Juara II Layang Rajawali Beutong (Rp10.000.000), dan Juara III Layang Target Jr (Rp7.000.000).

Salah satu peserta, Zulkifli, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilainya memberi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi sekaligus menjaga tradisi.

“Kegiatan ini sangat positif karena memberi tempat bagi budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujarnya.

Turnamen Geulayang Tunang dinilai menjadi contoh kolaborasi antara institusi negara dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal di wilayah Barat Selatan Aceh, sekaligus memperkuat kedekatan sosial melalui pendekatan kultural.