Berita Utama

FK USK Pulihkan 24 Puskesmas Pascabencana Aceh

Avatar
×

FK USK Pulihkan 24 Puskesmas Pascabencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mempercepat pemulihan layanan kesehatan dengan merevitalisasi 24 Puskesmas di empat kabupaten Aceh. [Foto: Ist]

Byklik.com | Banda Aceh  — Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mempercepat pemulihan layanan kesehatan primer di wilayah terdampak bencana dengan merevitalisasi 24 Puskesmas di empat kabupaten di Aceh. Program tanggap darurat ini difokuskan pada pemulihan cepat fungsi layanan kesehatan pascabencana.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana tersebut menjangkau Puskesmas di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya, dan menjadi jembatan dari fase tanggap darurat menuju pemulihan layanan rutin.

Ketua program, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, mengatakan program ini menitikberatkan pada percepatan operasional Puskesmas sebagai tulang punggung layanan kesehatan primer.

Baca Juga  Muharram Anbiya Wakili Aceh di Panggung Duta DPD RI Nasional

Melalui program bertajuk Pengadaan Alat Kesehatan dalam Rangka Akselerasi Revitalisasi 24 Puskesmas di Lokasi Bencana, FK USK menyalurkan paket 12–16 item alat kesehatan esensial non-konsumtif ke setiap Puskesmas.

“Bantuan meliputi alat kegawatdaruratan, layanan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, hingga penanganan penyakit kronis dan gangguan pernapasan akut,” kata Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, Jumat (2/1/2026).

Total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp620 juta, dengan penyaluran terbesar di Aceh Tamiang sebesar Rp336,5 juta, disusul Aceh Tengah Rp129,4 juta, Bener Meriah Rp103,5 juta, dan Pidie Jaya Rp51,7 juta. Seluruh aset diserahkan secara resmi melalui Berita Acara Serah Terima kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.

Baca Juga  Kodim 0103/Aceh Utara Salurkan Bantuan ke Warga Terisolir

Kegiatan dilaksanakan pada 15–28 Desember 2025 melalui tahapan koordinasi, pengadaan, distribusi, pendampingan tenaga kesehatan, serta evaluasi. Seluruh alat tercatat dalam sistem inventaris daerah dan menjadi bagian dari rencana kontinjensi bencana.

” Kami berharap dengan dukungan alat kesehatan tersebut, 24 Puskesmas kini kembali mampu menjalankan layanan dasar, mulai dari triase, stabilisasi kasus gawat darurat, pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes,” harap Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT.