Berita Utama

Empat Hari Pencarian, Korban Laka Lae Kombih Belum Ditemukan

Bambang Iskandar Martin
×

Empat Hari Pencarian, Korban Laka Lae Kombih Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tim BPBD, Tagana Kabupaten Pakpak Bharat, Basarnas, Polres Pakpak Bharat, Polres Subulussalam, serta BPBD Kota Subulussalam melakukan briefing untuk mengintensifkan pencarian, Jumat, 3 April 2026. (Ist)

Byklik.com | Pakpak Bharat — Memasuki hari keempat, Jumat, 3 April 2026, pencarian korban kecelakaan lalu lintas di Dusun Lae Ikan, Kabupaten Pakpak Bharat, masih belum membuahkan hasil. Hingga kini, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Informasi yang dihimpun, operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD, Tagana Kabupaten Pakpak Bharat, Basarnas, Polres Pakpak Bharat, Polres Subulussalam, serta BPBD Kota Subulussalam. Berdasarkan hasil briefing di Posko I Pakpak Bharat dan Posko II Sikelang, tim terus mengintensifkan pencarian melalui berbagai metode.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Kukuhkan Duta Wisata 2025

Basarnas melakukan penyisiran menggunakan drone dengan jangkauan sekitar dua kilometer dari titik jatuhnya kendaraan hingga wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Aceh, tepatnya di kawasan Gajah Putih.

Selain itu, tim gabungan juga memberikan penjelasan kepada keluarga korban di Posko II Sikelang terkait langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan selama proses pencarian.

Upaya pencarian tidak hanya dilakukan melalui pemantauan udara. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, TNI/Polri, dan Basarnas juga melanjutkan penyisiran di wilayah Sikelang dengan memanfaatkan drone. Sementara itu, pencarian melalui jalur sungai dilakukan menggunakan perahu karet dari Lae Kedabuhen menuju Sikelang.

Baca Juga  Lahan Huntara Desa Paya Tukai Langkahan Mulai Dibersihkan

Diketahui, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah minibus jenis Toyota Innova yang ditumpangi pasangan suami istri, Rudi Simajuntak dan Risma Tumangger. Kendaraan itu mengalami kecelakaan tunggal dan terjun ke Sungai Lae Kombih pada 30 Maret 2026. Hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan.

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyatakan operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.***