Nasional

Ekspedisi Patriot Pacu Transformasi Ekonomi Transmigrasi

Avatar
×

Ekspedisi Patriot Pacu Transformasi Ekonomi Transmigrasi

Sebarkan artikel ini
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. [Foto: Kementrans]

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Transmigrasi memastikan Program Transmigrasi Patriot merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak seluruh perguruan tinggi berkolaborasi mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.

“Saya mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menegaskan kelanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan kawasan secara terarah dan berkelanjutan.

“Kita akan membahas output dari ekspedisi yang telah menghasilkan sekitar 400 output. Harapannya, output tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi aksi nyata, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi konkret di lapangan,” tambahnya.

Menurut Iftitah, hasil ekspedisi menjadi dasar menentukan kelayakan kawasan transmigrasi, termasuk langkah revitalisasi maupun transformasi berbasis industrialisasi. Kawasan berpotensi ekonomi skala industri akan diarahkan menjadi pusat pengembangan komoditas unggulan bernilai ekspor.

Saat ini, Kementerian Transmigrasi mengelola sekitar 3,1 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Dari jumlah tersebut, sekitar 500.000 hektare masih tersedia dan memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola optimal.

Baca Juga  Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan Lewat MCM ke-11

“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” katanya.

Ekspedisi Patriot di 154 Kawasan Prioritas

Pada 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan dilaksanakan di 154 kawasan transmigrasi dengan fokus percepatan pembangunan ekosistem ekonomi, meliputi fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, serta sarana ekonomi masyarakat.

Program ini juga menekankan penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli.

“Kehadiran mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli di kawasan transmigrasi diharapkan dapat memperkuat pembangunan kesadaran masyarakat serta mempercepat pengembangan kawasan,” ujar Iftitah.

Sejumlah perguruan tinggi menyatakan komitmennya melanjutkan dan memperkuat Program Ekspedisi Patriot 2026.

Direktur Eksekutif Multikampus Institut Teknologi Bandung, Sri Maryati, menyebut program 2026 merupakan kelanjutan kegiatan sebelumnya dengan fokus pada tindak lanjut hasil.

“Program yang direncanakan sejalan dengan kegiatan tahun 2025. Hasil kegiatan 2025 perlu ditindaklanjuti, terutama yang memiliki dampak besar. Data yang telah dikumpulkan merupakan temuan penting yang dapat memperkaya basis data Kementerian Transmigrasi, namun perlu dilakukan standarisasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Atlet Panjat Tebing Asal Aceh Musauwir Perkuat Timnas di IFSCS World Cup Bali

Direktur Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Inu Isnaeni Sidiq, menegaskan kesiapan kampus berkontribusi langsung dalam aksi nyata dan kajian investasi kawasan transmigrasi.

“Program ekspedisi 2026 diharapkan menjadi kelanjutan langsung dari hasil 2025. Universitas siap berkontribusi dalam aksi nyata, program pengembangan kawasan, serta kajian investasi kawasan transmigrasi,” katanya.

Sementara itu, Universitas Airlangga yang baru bergabung pada 2026 menyatakan kesiapan melanjutkan kajian maupun memulai penelitian di lokasi baru. Ketua Airlangga Health Promotion Center, Sri Widiati, mengatakan pihaknya akan mengkaji output sebelumnya sebelum menentukan langkah lanjutan.

Melalui kelanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot, Kementerian Transmigrasi menargetkan percepatan transformasi kawasan transmigrasi menjadi kawasan produktif, berdaya saing, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan memperkuat perencanaan berbasis data, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kawasan secara optimal.