Uncategorized

Dukungan Guru NU untuk Plh Kadis Pendidikan Dayah

Avatar
×

Dukungan Guru NU untuk Plh Kadis Pendidikan Dayah

Sebarkan artikel ini
Ketua PC PERGUNU Kota Lhokseumawe, Anna Miswar, M.Ag. [Foto: Ist]

ByKlik.com | Lhokseumawe — Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kota Lhokseumawe menyambut positif penunjukan Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Langkah tersebut dinilai sebagai keputusan strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan dayah di Aceh.

Ketua PC PERGUNU Kota Lhokseumawe, Anna Miswar, M.Ag., mengatakan penunjukan Muhsin mencerminkan kepercayaan pemerintah daerah kepada figur yang memiliki rekam jejak dan pemahaman mendalam terhadap sistem pendidikan dayah.

“Penunjukan ini sangat tepat. Bapak Muhsin memahami dunia pendidikan dayah secara komprehensif, mulai dari aspek akademik, keagamaan, hingga tata kelola kelembagaan,” ujar Anna Miswar di Lhokseumawe, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga  Wakil Kepala BP Haji Pastikan Kesiapan Layanan bagi Jemaah di Arab Saudi

Pengangkatan Muhsin sebagai Plh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh tertuang dalam Surat Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah Nomor PEG.821.22/11/2026, yang berlaku sejak Rabu, 14 Januari 2026.

Anna menilai Muhsin sebagai sosok yang komunikatif, berpengalaman, serta memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan dayah sebagai salah satu pilar pendidikan Islam di Aceh.

“Kami melihat beliau sebagai figur yang tenang, visioner, dan mampu membangun kolaborasi lintas pihak demi kemaslahatan umat,” katanya.

Baca Juga  Seorang Petugas Haji Aceh Meninggal Dunia Saat Bertugas

PERGUNU Kota Lhokseumawe juga menyatakan siap mendukung penuh program dan kebijakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, kesejahteraan guru dayah, dan penguatan peran santri di tengah masyarakat.

“Kami berharap kepemimpinan beliau dapat membawa kemajuan nyata bagi pendidikan dayah sekaligus memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan, keislaman, dan pemberdayaan masyarakat Aceh,” tutup Anna Miswar.