Berita Utama

DPR Soroti Lemahnya Pengamanan Bandara di Papua

Avatar
×

DPR Soroti Lemahnya Pengamanan Bandara di Papua

Sebarkan artikel ini
Pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Papua Selatan ditembak OTK sebanyak 13 kali. [Foto: Dok Humas Polri]

ByKlik.com | Jakarta – Insiden penembakan Pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan co-pilot di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, memicu sorotan terhadap sistem pengamanan bandara di wilayah rawan. DPR RI menilai peristiwa tersebut mengungkap kelemahan deteksi dan pengamanan dini di objek vital penerbangan.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan kasus tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa.

“Itu menjadi perhatian utama kita, salah satu yang menjadi perhatian utama kita termasuk mengungkapkan kelemahan pengamanan,” ujar Syamsu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurutnya, bandara merupakan objek vital nasional yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat, terutama di Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara. Gangguan keamanan di bandara, kata dia, dapat berdampak luas terhadap mobilitas orang dan barang, bahkan menggerus kepercayaan publik.

Baca Juga  Korban Tewas Banjir Aceh Utara Tembus 205 Orang

“Bandara itu adalah sarana yang sangat vital. Kalau tidak ada rasa aman, orang bisa membatalkan kunjungannya, orang bisa membatalkan event-nya, dan yang paling utama tidak memberikan keyakinan kepada masyarakat kita, masyarakat Indonesia di Papua,” katanya.

Syamsu menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan bandara, termasuk penyusunan prosedur tetap atau Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih spesifik untuk penerbangan di Papua.

“Kalau karena itu memang penting untuk memastikan ada prosedur tetap atau ada SOP baru khusus untuk ke Papua dan pengamanan bandaranya,” jelasnya.

Baca Juga  Program Jaya Sakti Peduli, Warga Sanepa Kini Melek Digital

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas aparat keamanan untuk memastikan seluruh bandara di Papua memiliki standar pengamanan yang lebih tinggi dan seragam. Penguatan koordinasi antara otoritas bandara dan kepolisian dinilai menjadi kunci mencegah kejadian serupa terulang.

“Terutama pengamanan lah, termasuk bergerak bersama dengan kepolisian hingga nanti semua bandara itu memiliki standar khusus pengamanan lah intinya,” pungkasnya.

DPR berharap penguatan sistem keamanan tersebut mampu menjamin keselamatan awak dan penumpang, sekaligus menjaga stabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara di Papua.