Pendidikan & Karier

DPR Ingatkan Pemulihan Trauma Anak Pascabencana

Avatar
×

DPR Ingatkan Pemulihan Trauma Anak Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 22 Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan pengabdian di bidang pendidikan bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Harapan di Gampong Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Foto: Dok. Byklik.com

ByKlik.com | Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga menegaskan penanganan dampak bencana di sektor pendidikan harus berfokus pada pemulihan sekolah dan kesehatan psikologis anak.

Dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, Senayan, Rabu, 21 Januari 2026, Sabam menekankan pentingnya percepatan perbaikan sekolah yang rusak agar anak-anak di wilayah terdampak tidak kehilangan hak belajar.

“Pemulihan harus segera dilakukan, terutama sekolah-sekolah yang rusak. Jangan sampai anak-anak bolos atau berhenti sekolah karena fasilitas pendidikannya terdampak bencana,” ujar Sabam.

Baca Juga  TNI Dirikan Dapur Umum, 600 Porsi Makanan untuk Korban Bencana

Politikus Fraksi Partai Demokrat itu mengingatkan, bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh berpotensi memukul ekonomi keluarga, yang pada akhirnya berdampak langsung pada keberlanjutan pendidikan anak.

“Ketika struktur ekonomi keluarga terganggu, ancaman putus sekolah sangat besar. Ini harus dijawab dengan kebijakan nyata dari pemerintah,” katanya.

Selain infrastruktur sekolah, Sabam juga menyoroti trauma psikologis anak-anak dan tenaga pendidik sebagai dampak serius yang kerap luput dari perhatian. Trauma akibat bencana, menurutnya, dapat menghambat proses belajar jika tidak ditangani secara serius.

Baca Juga  Sebulan Lebih Pascabanjir, SMAN 1 Karang Baru Akhirnya Pulih

“Anak-anak bisa mengalami trauma berkepanjangan. Mendengar suara hujan saja bisa menimbulkan ketakutan. Karena itu, pendampingan psikologis harus menjadi bagian dari pemulihan pendidikan,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah memastikan layanan pemulihan psikologis berjalan seiring dengan perbaikan fisik sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung aman, nyaman, dan berkelanjutan di daerah terdampak bencana.