Pendidikan & Karier

Dosen ISBI Aceh Gelar Psikososial bagi Siswa Korban Banjir Pante Bidari

Avatar
×

Dosen ISBI Aceh Gelar Psikososial bagi Siswa Korban Banjir Pante Bidari

Sebarkan artikel ini
Tim dosen ISBI Aceh melaksanakan program psikososial melalui pendekatan seni, bahasa, dan religi bagi siswa SMA korban banjir di Pante Bidari, Aceh Timur, Sabtu (14/2/2026). đź“·: For ByKlik.com/HO

ByKlik.com | Idi Rayeuk — Tim dosen dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh melaksanakan program pengabdian masyarakat (PkM) untuk memulihkan kondisi psikososial siswa SMA yang terdampak banjir di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) ini mengintegrasikan pendekatan seni, bahasa, dan nilai religius sebagai sarana trauma healing.

Program bertajuk “Sinergi Seni, Bahasa, dan Religi: Program Psikososial bagi Remaja Korban Banjir” ini dirancang untuk merespons dampak emosional seperti kecemasan dan ketidakpastian yang dialami para siswa pascabencana. Mengingat usia remaja merupakan fase transisi yang rentan, intervensi ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas mental dan motivasi belajar mereka.

Kegiatan ini dipimpin oleh Nurun Nisa, M.Pd., dengan anggota tim yang terdiri dari Dinda Destari, S.S., M.T.C.S.O.L., Seprina Yana Alidha, S.T., M.Par., Ar. Zuhrahmi DE, S.T., M.T., Dr. Elmi Novita, S.Pd., M.Sn., serta dukungan mahasiswa ISBI Aceh: Melda Munawwarah, Nayya Mafri Ayanka, dan Fadhila Nisha.

Baca Juga  Bedah ”Hantu Padang”, Komplotan Bandit Warung Kopi Dorong Siswa SMA Cintai Sastra

Melalui kolaborasi multidisipliner ini, para siswa dilibatkan dalam aktivitas partisipatif. Dalam aspek seni, siswa mengekspresikan perasaan melalui karya visual. Pada aspek bahasa, mereka melakukan penulisan reflektif untuk mengartikulasikan pengalaman traumatis secara terstruktur. Sementara dimensi religi digunakan untuk memperkuat resiliensi spiritual dalam menghadapi cobaan.

Ketua tim, Nurun Nisa, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tanggung jawab moral akademisi terhadap persoalan sosial di lapangan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kembali kepercayaan diri, stabilitas emosional, dan harapan masa depan siswa SMA pascabencana melalui pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan spiritual. Sebagai dosen ISBI Aceh, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir secara langsung dan memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga  266 CPNS Dosen USK Terima SK Pengangkatan

Selama kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi diskusi dan pembuatan karya. Selain memberikan bantuan langsung, tim dosen juga melakukan evaluasi dan dokumentasi akademik untuk merumuskan model intervensi psikososial berbasis seni dan literasi yang dapat direplikasi di masa depan pada konteks bencana serupa.

Kehadiran ISBI Aceh di Pante Bidari membuktikan bahwa seni, bahasa, dan religi merupakan instrumen transformasi sosial yang efektif dalam situasi krisis. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi muda Aceh Timur untuk tetap tangguh, optimis, dan berdaya dalam menatap masa depan pascabencana. []