Byklik.com | Lhoksukon — Update data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat 73.373 rumah warga terendam saat bencana banjir lalu. Sementara 3.463 rumah dilaporkan hilang tersapu arus banjir hingga Selasa (21/12/2025) pukul 12.00 WIB.
Selain rumah yang hilang, banjir juga menyebabkan puluhan ribu bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda. BPBD mencatat 6.244 rumah rusak berat, 7.946 rumah rusak sedang, dan 19.777 rumah rusak ringan, menjadikan bencana ini sebagai salah satu banjir dengan dampak permukiman terparah di Aceh Utara dalam beberapa tahun terakhir.
“Oleh sebab itu kami berharap agar pemerintah pusat segera membangun hunian sementara untuk warga kami yang kehilangan tenpat tinggal serta mereka yang belum memungkinkan untuk kembali,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli.
Gelombang banjir sebelumnya juga merendam wilayah padat penduduk hingga berdampak langsung pada 124.514 kepala keluarga atau 432.179 jiwa. Dari jumlah tersebut, 19.514 KK dengan 69.115 jiwa terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang rusak, terendam, bahkan rata dengan tanah.
Kerusakan rumah warga tidak hanya terjadi di kawasan bantaran sungai, tetapi juga meluas ke wilayah perdesaan dan sentra pertanian. Air bah merendam permukiman selama berhari-hari, membuat banyak bangunan tidak lagi layak huni dan memaksa warga bertahan di pengungsian.
Untuk korban jiwa, BPBD Aceh Utara mencatat 185 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, serta 2.137 orang mengalami luka-luka.











