Lingkungan & Energi

Dari UGM ke Yunani, Mahasiswa S3 Garap Riset Limbah Hijau

Avatar
×

Dari UGM ke Yunani, Mahasiswa S3 Garap Riset Limbah Hijau

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa S3 Program Doktor Ilmu Peternakan Fapet UGM berkesempatan mengikuti kegiatan akademik di School of Chemical Engineering, National Technical University of Athens (NTUA) Yunani. [Foto: UGM]

Byklik.com | Yogyakarta – Dari Fakultas Peternakan UGM ke Yunani, Dhomas Indiwara Prana Jhouhanggir membawa mimpi riset hijau lintas negara.

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fapet UGM itu mengikuti kegiatan akademik di School of Chemical Engineering, National Technical University of Athens (NTUA) sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional.

Didampingi promotornya, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, Dhomas terlibat langsung dalam kerja sama riset bersama Prof. Constantina Kollia.

Program ini berlangsung melalui skema Program Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah (PKPI) dan Program Peningkatan Kerja Sama Promotor (PKP) Beasiswa PMDSU Kemendiktisaintek.

Baca Juga  PHE NSO-Lanal Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial untuk Nelayan Aceh Utara

Riset yang digarap berfokus pada pengelolaan limbah industri penyamakan kulit, khususnya pemanfaatan air limbah untuk kultivasi mikroalga yang berpotensi menurunkan polutan. “Artikel kolaborasi ini ditargetkan masuk jurnal internasional bereputasi pada Mei 2026,” ujar Dhomas, Selasa, 13 Januari 2026.

Kolaborasi tersebut memperkuat jejaring Fapet UGM dan NTUA yang sebelumnya terjalin melalui proyek ELEGTEC (Erasmus+), sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan. Bahkan, dalam kunjungan itu, MoU antara Fapet UGM dan School of Chemical Engineering NTUA turut ditandatangani sebagai pijakan kolaborasi jangka panjang.

Baca Juga  Menteri ESDM: Tambahan Produksi Blok Cepu Dorong Swasembada Energi Nasional

Tak hanya di laboratorium, Dhomas dan tim juga belajar langsung dari lapangan melalui kunjungan ke industri pengelolaan limbah dan pusat inovasi di Yunani. Pengalaman ini, menurut Dhomas, menjadi bekal penting untuk menghadirkan solusi riset berkelanjutan yang relevan bagi industri di Indonesia.