Headline

Cuma Sehari! Sertifikat Ekspor Langsung Terbit

Bambang Iskandar Martin
×

Cuma Sehari! Sertifikat Ekspor Langsung Terbit

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan sertifikat ekspor kepada mitra Kementerian Pertanian, Selasa, 3 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Jakarta – Pelaku usaha perunggasan nasional kian optimistis memperluas pasar global setelah Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Peningkatan ekspor tersebut didukung percepatan layanan perizinan. Sertifikat veteriner yang menjadi salah satu syarat utama ekspor kini dapat diterbitkan dalam waktu satu hari.

Direktur Charoen Pokphand Jaya Farm, anak perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Jusi Jusran, menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis Kementan, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

“Kami mengapresiasi Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen PKH. Proses sertifikat veteriner kini dapat diterbitkan dalam satu hari dan sudah kami rasakan langsung karena ekspor dilakukan setiap hari,” ujar Jusi usai pelepasan ekspor di Kantor Kementan, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, melalui anak usaha PT Gizindo Sejahtera, perusahaan mengirim dua kontainer berukuran 40 feet berisi sekitar 650 ribu butir telur atau setara 41 ton ke Singapura pada hari yang sama. Ekspor telur tersebut telah berjalan sejak pertengahan 2023, namun pada Maret 2026 pengiriman mulai dilakukan setiap hari.

Baca Juga  Mentan Tegaskan Pejabat Gagal Target Swasembada Pangan Akan Dicopot

Menurut Jusi, ekspor harian menuntut kesiapan administrasi dan teknis lebih tinggi dibanding pengiriman bulanan karena seluruh proses perizinan harus dipenuhi secara rutin.

Apresiasi juga disampaikan Direktur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya. Perusahaannya mengekspor 6 ton fillet ayam siap santap ke Singapura dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

“Proses izin ekspor sangat cepat dan selesai dalam satu hari. Hal ini membantu kami memperluas pasar,” katanya.

Rachmat menyatakan dukungan terhadap kebijakan hilirisasi yang didorong Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, ekspor produk olahan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan global.

General Manager Operation PT Malindo Food Delight, Joni Mudika, juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebutkan perusahaan telah mengekspor produk olahan seperti sosis, nugget, dan karaage ke Jepang, Singapura, serta sejumlah negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar. Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi pasar ke negara Asia lainnya, termasuk Arab Saudi.

Baca Juga  Kodim 0103 Aceh Utara Kembangkan Lahan Pertanian Terpadu di Lhokseumawe

“Kementan memfasilitasi mulai dari pemeriksaan, audit, hingga memastikan produk sesuai dengan ketentuan negara tujuan,” ujarnya.

Direktur PT Taat Indah Bersinar, Tjandra Srimulianingsih, menilai pelayanan ekspor saat ini lebih efisien dibanding sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, memastikan seluruh produk yang diekspor telah melalui sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai standar internasional.

“Setiap produk telah memenuhi persyaratan negara tujuan, termasuk aspek ketertelusuran, biosekuriti, dan keamanan pangan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung percepatan legalitas dan layanan ekspor. Ia mendorong pelaku usaha meningkatkan ekspor produk olahan guna menambah devisa, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggas nasional.

“Pemerintah siap mendukung kebutuhan legalitas ekspor. Produk olahan memiliki nilai tambah lebih tinggi dibanding bahan mentah,” ujar Amran.***