Berita Utama

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky Tinjau Huntara, Warga Tersentuh

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky Tinjau Huntara, Warga Tersentuh

Sebarkan artikel ini
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau langsung hunian sementara (huntara) di Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 3 Maret 2026 sore. (Ist)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau langsung hunian sementara (huntara) di Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 3 Maret 2026 sore.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.

Dalam peninjauan itu, Al-Farlaky mengecek satu per satu bangunan huntara yang telah ditempati warga. Ia juga berdialog dengan para penghuni untuk menyerap aspirasi serta mengetahui kebutuhan mendesak di lapangan.

Huntara komunal di Blang Nie dibangun sebanyak 28 unit guna menampung warga yang rumahnya rusak akibat bencana. Selain memeriksa kondisi fisik bangunan, bupati memastikan fasilitas pendukung berfungsi dengan baik.

“Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi huntara. Kita ingin memastikan seluruh penghuni dapat tinggal dengan aman dan memperoleh fasilitas yang telah disediakan,” ujar Al-Farlaky.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan sandang pangan bagi setiap kepala keluarga penghuni huntara. Bupati juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim di lokasi tersebut.

Baca Juga  Wagub Lantik Pengurus IOF Aceh Periode 2025-2029

Ia menegaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan pembangunan huntara, baik yang masih dalam proses pengerjaan maupun yang sudah dihuni. Menurutnya, pemerintah akan menyesuaikan penyaluran bantuan tambahan berdasarkan kebutuhan warga.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan sembako lengkap dan sandang pangan untuk setiap pemilik huntara. Bantuan lain juga akan kita dorong sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Al-Farlaky turut mengingatkan warga agar menjaga fasilitas yang telah disediakan. Ia menyebutkan seluruh fasilitas di kawasan huntara, seperti listrik, jaringan WiFi, dan air bersih, diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah.

“Semua fasilitas ini gratis. Silakan dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa terus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan telah menandatangani surat permohonan jatah hidup (jadup) yang diusulkan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan. Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut segera direalisasikan guna meringankan beban warga terdampak.

Baca Juga  BNPB Percepat Penanganan Korban Banjir Longsor Tapanuli

“Kita ingin memastikan bantuan jatah hidup segera disalurkan sehingga para penghuni huntara benar-benar terbantu dan merasakan kehadiran pemerintah,” ucapnya.

Warga Merasa Lebih Tenang

Sementara itu, salah seorang penghuni huntara, Tsaniah (55), mengaku bersyukur dapat menempati hunian sementara setelah rumahnya ambruk akibat banjir. Ia kini tinggal bersama anaknya di unit A3.

Menurut Tsaniah, keberadaan huntara komunal membuat dirinya lebih tenang menjalani ibadah puasa.

“Kami bersyukur atas bantuan ini. Apalagi di bulan puasa, kami merasa lebih tenang karena sudah memiliki tempat tinggal,” tuturnya.

Ia berharap perhatian pemerintah terus berlanjut bagi dirinya dan warga lain yang masih membutuhkan bantuan.

“Kami berharap pemerintah tidak melupakan kami dan terus memperhatikan kondisi kami,” katanya.***