Berita Utama

Bupati Aceh Utara Gerakkan Pemulihan Dayah Pascabanjir

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Utara Gerakkan Pemulihan Dayah Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara bersama relawan peduli dayah melaksanakan gotong royong pembersihan lumpur dan sampah di Dayah Malem Diwa, Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Sabtu, 27 Desember 2025. (Foto: Dok. Humas Pemkab Aceh Utara)

Byklik.com | Lhoksukon – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa, menginstruksikan Dinas Pendidikan Dayah bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun ke lapangan membersihkan lembaga pendidikan dan tempat ibadah yang terdampak banjir.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara bersama relawan peduli dayah melaksanakan gotong royong pembersihan lumpur dan sampah di Dayah Malem Diwa, Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Sabtu, 27 Desember 2025. Lumpur tebal sisa banjir menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembersihan, namun tidak menyurutkan semangat para petugas dan relawan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Tengku Muhammad Yunus, S.Hi., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati Ayah Wa dalam memulihkan sektor pendidikan dayah.

Baca Juga  Pemkab Aceh Utara Matangkan MTQ ke-35 untuk Jaring Peserta Terbaik

“Bupati Aceh Utara menginstruksikan seluruh OPD untuk bergerak serentak membersihkan fasilitas yang terdampak banjir, terutama dayah sebagai pusat pendidikan dan pembinaan akhlak. Tujuannya agar para santri dapat segera kembali mengikuti beut seumeubeut (mengaji) dengan aman dan nyaman,” ujar Muhammad Yunus.

Dalam kegiatan tersebut, aparatur sipil negara, pengelola dayah, serta relawan bahu-membahu membersihkan ruang belajar, halaman, dan lingkungan sekitar dayah dari lumpur dan material sisa banjir. Namun, ketebalan lumpur di sejumlah titik membuat proses pembersihan membutuhkan dukungan alat berat.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Lantik 15 Pejabat Adminitrator

“Kami berharap adanya bantuan alat angkut, seperti excavator mini dari BPBD atau dinas teknis terkait, agar pengangkatan lumpur dapat dipercepat dan pemulihan dayah berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu tercatat berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan dayah di Aceh Utara. Dari total 286 dayah yang ada, sebanyak 211 dayah terdampak banjir, dengan rincian 10 dayah mengalami kerusakan berat, 195 rusak sedang, dan enam rusak ringan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga menjamin keberlangsungan pendidikan serta kenyamanan para santri di seluruh wilayah Aceh Utara.***