Berita Utama

Bupati Aceh Timur Salurkan Bantuan Darurat bagi Korban Kebakaran

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Timur Salurkan Bantuan Darurat bagi Korban Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Keude Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Jumat, 27 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Keude Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Jumat, 27 Maret 2026.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 22.10 WIB di Dusun Damai itu menghanguskan satu unit rumah milik Helmi Anwar (39), seorang anggota Polri.

Bantuan disalurkan melalui Lumbung Sosial Kecamatan Birem Bayeun sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap musibah tersebut. Adapun bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan bayi, selimut, pakaian, mi instan, air mineral, telur, dan minyak goreng.

Baca Juga  Sayuti Abubakar Dorong Modernisasi Pertanian Lewat Bantuan Alsintan

Al-Farlaky menyatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, khususnya pada masa tanggap darurat pascakebakaran.

“Bantuan masa panik ini diharapkan dapat meringankan beban korban untuk sementara waktu. Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah lanjutan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah meningkatnya aktivitas rumah tangga.

Baca Juga  Mendagri Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh Timur

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya dalam penggunaan listrik dan aktivitas dapur. Pencegahan menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. Api berhasil dipadamkan setelah upaya penanganan di lokasi, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.***