Berita Utama

Bupati Aceh Timur Resmikan Jembatan Bailey di Kecamatan Nurussalam

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Timur Resmikan Jembatan Bailey di Kecamatan Nurussalam

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meresmikan meresmikan Jembatan Bailey di Kecamatan Nurussalam. (Foto tangkapan layar)

Byklik.com | Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaki, bersama pimpinan Kecamatan Nurussalam meresmikan Jembatan Bailey dengan panjang 13 meter dan lebar 4 meter di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, ditandai dengan pemotongan pita, Kamis, 15 Januari 2026.

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaki menyampaikan harapannya agar jembatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama untuk memperlancar mobilitas dan roda perekonomian warga. Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan salah satu desa terdampak banjir di Kecamatan Nurussalam.

“Dengan terbangunnya jembatan ini, kita berharap masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih lancar, termasuk dalam mendukung perekonomian, karena desa ini termasuk wilayah yang terdampak banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Nurussalam terdapat dua pembangunan Jembatan Bailey yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, yakni di Desa Baroh Bugeng dan Desa Seuneubok Rambong. Untuk Desa Seuneubok Rambong, pembangunan jembatan saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh personel Yonzikon 14/SWS (Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya).

Baca Juga  PT ATEM Diharapkan Jadi Stimulus Ekonomi Baru Aceh Timur

Menurutnya, pembangunan jembatan Bailey tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui usulan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah mengusulkan sekitar delapan titik pembangunan Jembatan Bailey, yang pelaksanaannya akan didahului dengan pengecekan lokasi guna menentukan titik paling layak untuk dibangun.

Pada kesempatan itu, Bupati Iskandar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan jembatan, mulai dari para pemangku kepentingan, unsur TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga  Wapres Gibran Bermain Sepak Bola Bersama Anak-anak SSB di Wamena

Ia turut mengimbau agar jembatan tersebut dijaga dan dirawat dengan baik demi kepentingan bersama. Tanggung jawab pengawasan, kata dia, berada pada kepala desa beserta seluruh perangkat desa agar tidak terjadi kehilangan material, mengingat konstruksi jembatan terbuat dari besi.

“Ini adalah aset bersama untuk kepentingan masyarakat. Mari kita jaga dan rawat sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memacu proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana banjir, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, penghunian sementara, serta hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Timur.***