Hiburan & Budaya

Bukber dan Seminar Literasi Anak Meriahkan Ramadan FLP Aceh

×

Bukber dan Seminar Literasi Anak Meriahkan Ramadan FLP Aceh

Sebarkan artikel ini

Byklik | Banda Aceh–Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Aceh menggelar kegiatan Seminar Literasi Cerita Anak yang dirangkai dengan buka puasa bersama di aula Hotel Syariah Masjid Oman, Lampriek, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026). Seminar ini menghadirkan penulis buku anak Beby Haryanti Dewi sebagai pemateri utama.

Ketua FLP Aceh, Rahmat Aulia, mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari program tahunan FLP Aceh dalam memeriahkan bulan suci Ramadan 1447 H, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan pegiat literasi.

Kegiatan ini juga untuk memotivasi para pegiat literasi di Aceh, khususnya di kalangan internal FLP, untuk mengikuti Lomba Penyusunan Cerita Anak yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menguatkan silaturahmi sesama anggota FLP Aceh, baik yang senior maupun anggota baru,” ujarnya.

Balai Bahasa Provinsi Aceh sejak bulan Februari 2026 kembali membuka Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jenjang A dan C. Sayembara ini untuk mendukung penguatan literasi anak sekaligus pengenalan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa daerah.

Baca Juga  Rencana Pembuatan Film Kesultanan Aceh-Ottoman, Begini Respons Gubernur

Berdasarkan informasi yang tertuang dalam petunjuk teknis sayembara, dijelaskan bahwa bahasa daerah berperan penting sebagai media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal, sejarah, dan pengetahuan tradisional. Namun, di tengah gempuran arus informasi dan globalisasi, perubahan pola komunikasi dan literasi turut berdampak pada menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda dan anak-anak.

Oleh sebab itu, sayembara ini mengkhususkan penulisannya pada bahasa daerah yang ada di Aceh, yaitu bahasa Aceh, Gayo,
Tamiang, Jamee, Alas, Kluet, Singkil, Simulul, Haloban, Sigulai, Devayan, atau Lekon. Para penulis bebas menuangkan ide-ide kreatif mereka yang mengangkat berbagai nilai dan kearifan lokal terkait dengan tema alam dan lingkungan, ekonomi kreatif, matematika, pengembangan diri, sains, seni budaya, tokoh, pariwisata, dan pangan. Lomba ini khusus dibuka bagi penutur bahasa jati yang yang ada di Aceh.

Baca Juga  Eksis Sejak 2019, Intip Kemeriahan Kampoeng Al-Qur’an di Aceh Utara

Beby Haryanti Dewi dikenal sebagai salah satu penulis buku anak yang sangat produktif. Ia mulai menulis sejak tahun 2006 dan telah melahirkan 130 karya, seperti cerpen, cerita anak, hingga naskah FTV. Beby aktif menjadi narasumber, mentor, atau juri untuk berbagai pelatihan menulis. Tiga judul bukunya diluncurkan dalam acara International Book Fair; Anna dan Sapu Pelangi (Singapura), Kopi Ajaib Ayah (Jakarta), dan Delon si Balon (Thailand).

Melalui seminar literasi tersebut Beby berbagi pengalaman dan keterampilan teknis mengenai ide, pemilihan tema, hingga cara penulisan buku cerita anak yang memikat.

“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, salah satunya PT Medco E&P Malaka. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada manejemen Medco yang sudah beberapa kali mendukung kegiatan kami. Juga kepada para peserta yang sangat antusias mengikuti dari awal hingga akhir acara,” ujar Rahmat.[]