ByKlik.com | Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 terjadi secara bertahap mulai April. Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kondisi cuaca yang lebih kering dan durasi kemarau lebih panjang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama BMKG, Alya Sausan menyampaikan keterangan tersebut pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa 46,5 persen wilayah Indonesia mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya.
Wilayah Jawa Barat utara, pesisir utara Jawa, dan Yogyakarta mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Sebagian Bali, NTB, NTT, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan juga memasuki musim kering pada bulan tersebut.
Selanjutnya, wilayah kemarau meluas ke Lampung, Banten, Jawa Timur, hingga sebagian Kalimantan dan Papua pada Mei 2026. Fenomena ini juga mulai menjangkau wilayah Sumatra bagian tengah pada periode yang sama.
Lembaga yang mengurus cuaca, iklim, dan gempa bumi ini memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 di 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Pulau Papua.
“Pada April 2026, awal musim kemarau diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara, pesisir utara Jawa, bagian selatan Jawa Tengah, sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian Bali, sebagian kecil Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” sebut Alya Sausan.
Terkait hal tersebut, BMKG merekomendasikan masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi. Langkah ini meliputi penyesuaian jadwal tanam, penghematan air, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan.
Kondisi Cuaca di Aceh
Meskipun Indonesia diprediksi segera memasuki musim kemarau, wilayah Aceh saat ini justru sedang mengalami fenomena cuaca ekstrem jangka pendek. BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara menyatakan wilayah tersebut berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Hujan diperkirakan disertai kilat/petir dan angin kencang,” tulis Prakirawan BMKG Aceh, dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.
Kondisi ini diprediksi berlangsung mulai pukul 21:50 WIB (30 Maret 2026) hingga dini hari pukul 01:50 WIB (31 Maret 2026).
BMKG memprediksi sifat hujan musim ini berada pada kategori bawah normal atau lebih kering. Kondisi kering tersebut diperkirakan mencakup 64,5 persen wilayah Indonesia.
Wilayah Aceh baru akan memasuki musim kemarau secara bertahap mulai Mei hingga Juni 2026. Aceh bagian utara mengawali musim kering pada Mei, kemudian meluas ke seluruh provinsi pada Juni. []











