Uncategorized

BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp53 Triliun

Avatar
×

BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp53 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan. [Foto: Kemenko Perekonomian]

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 ditargetkan mampu mencatat transaksi hingga Rp53 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu. Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujar Airlangga saat membuka Program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Airlangga menjelaskan, program BINA merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai promosi dan program belanja, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Baca Juga  Pemerintah Perkuat Engineering Hadapi Era Digital

Program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, dan lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan turut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam promosi dan diskon bagi masyarakat.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Stimulus tersebut antara lain bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun, serta diskon tarif transportasi selama periode mudik.

Pemerintah juga mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Selain itu, momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan layanan transportasi daring turut menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.

“Tentu kami berharap momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama. Kuartal pertama ini harus kita dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” kata Airlangga.

Baca Juga  IAIN Lhokseumawe Kukuhkan 175 Guru Profesional PAI, Begini Pesan Rektor

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai sekitar 5,5 persen. Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta penjualan di sektor ritel.

Airlangga juga menegaskan pentingnya melindungi produksi dalam negeri di tengah persaingan global. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar.

“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi karena semua negara mencari pasar yang besar. Indonesia dengan 287 juta penduduk merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Direktur The Foodhall Indonesia Lenny Tjandra.