Uncategorized

Beda Niat Puasa Harian dan Sebulan Penuh, Simak Penjelasannya

Avatar
×

Beda Niat Puasa Harian dan Sebulan Penuh, Simak Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Aceh
Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Aceh. 📷: Dok. ByKlik.com/Abe

ByKlik.com | Lhokseumawe — Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa. Tanpa niat yang benar, ibadah puasa seseorang dapat dianggap tidak sah. Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan tata cara dan bacaan niat yang sering kali terlupakan oleh masyarakat, terutama terkait waktu pelaksanaannya.

Berdasarkan penjelasan Tim Redaksi MUI, terdapat perbedaan mendasar antara niat puasa wajib dan puasa sunnah:

  • Puasa Wajib: Untuk puasa Ramadan, qada, dan nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
  • Puasa Sunnah: Aturannya lebih longgar, di mana seseorang diperbolehkan baru berniat pada siang hari.

Dalam menjalankan puasa Ramadan, terdapat dua pandangan besar yang dapat diikuti oleh umat Muslim untuk mengantisipasi kelalaian dalam berniat:

  1. Mazhab Syafi’i: Mewajibkan niat dilakukan setiap hari pada malam hari bulan Ramadan. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa tidak ada puasa bagi mereka yang tidak berniat sebelum fajar. Kebiasaan ini biasanya dilakukan setelah salat tarawih atau saat makan sahur.
  2. Mazhab Maliki: Memberikan keringanan dengan memperbolehkan niat untuk sebulan penuh yang dilakukan pada malam pertama Ramadan. Mazhab ini memandang puasa Ramadan sebagai satu kesatuan ibadah.
Baca Juga  Di Abdya Polisi Bagikan Takjil untuk Nelayan di Tengah Laut

Sebagai bentuk ihtiyat (kehati-hatian), masyarakat dianjurkan untuk mengikuti pendapat Imam Malik dengan berniat sebulan penuh di awal sebagai antisipasi jika suatu saat lupa atau ketiduran, namun tetap membiasakan niat harian sebagaimana anjuran Mazhab Syafi’i.

Bacaan Niat Puasa

Berikut adalah bacaan niat yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap terjaga:

1. Niat Harian (Dibaca setiap malam/saat sahur):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Baca Juga  Mutasi Besar di Polres Aceh Utara, Kapolres Minta Pejabat Baru Tunjukkan Inovasi

Lafal: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Satu Bulan Penuh (Antisipasi lupa):

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Lafal: Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Sebagai catatan, niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari (setelah Maghrib hingga sebelum Subuh. Niat utamanya ada di dalam hati, namun diucapkan (dilafalkan) sangat dianjurkan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah puasa kita dan memberikan kesehatan serta keberkahan di bulan suci ini. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah!