Uncategorized

Bea Cukai Lhokseumawe Setor 550 Miliar ke APBN

Avatar
×

Bea Cukai Lhokseumawe Setor 550 Miliar ke APBN

Sebarkan artikel ini
Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi.
Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi. πŸ“·: Dok. KPPBC Lhokseumawe

ByKlik.com | Lhokseumawe β€” Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun anggaran 2025. Meski Aceh sempat dilanda tantangan bencana alam di sejumlah titik, instansi ini berhasil menyetorkan penerimaan negara sebesar Rp550,19 miliar ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar Rp460,53 miliar. Realisasi ini mencakup penerimaan dari sektor bea masuk, bea keluar, serta cukai, yang seluruhnya dilaporkan berhasil mencapai bahkan melewati target tahunan.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, menyampaikan bahwa hasil positif ini merupakan bukti terjaganya stabilitas kinerja institusi di tengah kondisi darurat daerah.

Baca Juga  Impian Rosmaini Terwujud, Kapolres Aceh Tengah Serahkan Kunci Rumah Layak Huni

β€œDi tengah upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh, kami memastikan fungsi kepabeanan tetap berjalan untuk menjaga penerimaan negara dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Selain aspek penerimaan, Bea Cukai Lhokseumawe juga menunjukkan taringnya dalam fungsi community protector (pengawasan). Tercatat sebanyak 183 kali penindakan dilakukan terhadap peredaran rokok ilegal dan satu kali penindakan besar di bidang kepabeanan sepanjang 2025.

Dari serangkaian operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 4.207.934 batang rokok ilegal tanpa pita cukai resmi. Selain itu, Bea Cukai Lhokseumawe juga menyita lima unit kendaraan beserta berbagai jenis suku cadang yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah.

Baca Juga  TP-PKK Aceh Timur Gelar Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah

Agus menekankan bahwa konsistensi penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama, meskipun personel di lapangan turut terlibat aktif dalam mendukung pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam di Aceh.

Kinerja optimal ini juga selaras dengan penilaian masyarakat terhadap kualitas layanan. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terbaru, indeks kepuasan pengguna jasa di Bea Cukai Lhokseumawe tercatat melampaui standar nasional.

β€œHal ini merefleksikan tingginya tingkat kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat terhadap transparansi serta efisiensi layanan kepabeanan dan cukai di wilayah kerja Lhokseumawe,” pungkas Agus. []