Byklik.com | Jakarta – Sedikitnya 10 warga Amerika Serikat dilaporkan terluka akibat serangan rudal dan drone Iran yang menghantam pangkalan militer AS di Arab Saudi, Jumat, 27 Maret 2026.
Serangan tersebut menargetkan Prince Sultan Air Base dan menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pejabat AS dan sumber regional menyebut, serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak yang menghantam fasilitas militer serta bangunan tempat personel berada.
Dari total korban, dua personel dilaporkan mengalami luka serius, sementara lainnya mengalami cedera ringan hingga gegar otak akibat dampak ledakan.
Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS yang berada di pangkalan tersebut.
Serangan ini menandai meningkatnya intensitas konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dengan Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap target militer AS dan sekutunya.
Data terbaru menunjukkan, sejak konflik pecah, lebih dari 300 personel militer AS mengalami luka-luka dan sedikitnya 13 orang tewas dalam berbagai insiden di kawasan tersebut.
Meski demikian, militer AS mengklaim tingkat serangan Iran mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, meski ancaman masih tinggi.
Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara Teluk lainnya, termasuk kemungkinan keterlibatan langsung negara sekutu AS di kawasan.
Hingga kini, ketegangan antara Iran dan blok AS-Israel belum menunjukkan tanda mereda, sementara upaya diplomasi masih berjalan di tengah ancaman eskalasi yang terus meningkat. [dari berbagai sumber]











