Ekonomi & BisnisNasional

Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Ancaman El Nino

Avatar
×

Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Ancaman El Nino

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto deklarasi swasembada pangan dalam Panen Raya Padi di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026). [Foto: Itjen Kementan]

Byklik.com | Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini, terutama dengan memperkuat stok pangan dari produksi dalam negeri.

“Kami sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, langsung melakukan mitigasi begitu ada informasi potensi El Nino. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak,” ujar Astawa, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang musim kemarau, terutama jika terjadi penurunan produksi akibat kekeringan.

Baca Juga  Aceh Besar Lampaui Rata-Rata Nasional, Nilai IDSD Naik

Berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena El Nino berpotensi melanda Indonesia mulai awal Mei, khususnya di wilayah selatan garis ekuator seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, Bapanas memastikan kondisi stok pangan pemerintah saat ini lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penguatan cadangan dilakukan melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi petani oleh Perum BULOG.

“Bapanas sudah menugaskan BULOG untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras sebagai penguatan CPP,” jelas Astawa.

Tak hanya beras, pemerintah juga meningkatkan cadangan komoditas strategis lainnya seperti jagung pakan, minyak goreng, hingga daging, guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga saat musim kemarau.

Baca Juga  Mentan Bongkar Praktik Curang Peredaran Beras, Potensi Kerugian Konsumen Rp99 Triliun

“Dengan penguatan CPP, ketika terjadi kekeringan yang berdampak pada produksi, stok ini akan menopang ketersediaan pangan nasional. Ini bagian dari mitigasi awal,” katanya.

Per 2 April 2026, stok CPP tercatat mencapai 4,4 juta ton beras, 168 ribu ton jagung pakan, 121 ribu kiloliter minyak goreng, 49 ribu ton gula pasir, 8 ribu ton daging sapi, 3 ribu ton daging kerbau, serta masing-masing 39 ton daging ayam dan 17 ton telur ayam.

Pemerintah menilai, kombinasi penguatan stok dan menjaga produksi dalam negeri menjadi strategi kunci untuk meredam dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional.