Byklik.com | Aceh Utara – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara meninggalkan dampak psikologis serius bagi warga, terutama anak-anak dan orang dewasa yang kini mengalami gangguan kecemasan dan trauma pascabencana.
Pemulihan kesehatan mental diperkuat melalui kegiatan dukungan psikososial oleh Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan di sejumlah lokasi pengungsian.
Psikolog klinis Amelia dan Nasri Zulhadi melakukan pendampingan individual bagi penyintas dewasa yang mengalami gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), seperti gangguan tidur, kelelahan fisik, dan kecemasan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Keluhan tersebut dominan dan membutuhkan penanganan segera agar tidak berkembang menjadi gangguan berkepanjangan,” ujar dr Maidar, MKes, penanggung jawab HEOC Aceh Utara, Sabtu, 10 Januari 2026, di Gampong Riseh Tuning, Kecamatan Sawang.
Sementara itu, trauma healing anak dilakukan oleh Euis Desi Manyang Sari dan Utari. Identifikasi awal menunjukkan anak-anak mengalami gangguan konsentrasi dan ketakutan berlebih saat hujan turun, yang memicu ingatan terhadap banjir.
Pemulihan dilakukan melalui metode bermain dan aktivitas kreatif untuk membantu anak mengekspresikan emosi secara aman. Hasil awal menunjukkan peningkatan interaksi sosial dan motivasi anak setelah intervensi psikologis.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Agus Jamaludin, MKes, menyebutkan sebanyak 11 psikolog klinis telah ditugaskan di Aceh Utara guna mempercepat pemulihan kesehatan mental masyarakat terdampak bencana.
“Kehadiran psikolog klinis penting karena tenaga kesehatan setempat juga turut terdampak,” katanya.
Selain penyintas, relawan dan tenaga kesehatan juga menjadi sasaran pendampingan karena teridentifikasi mengalami secondary traumatic stress (STS), sebagaimana diingatkan PIC Tim Relawan PKK Kementerian Kesehatan, Hasban.
Layanan dukungan psikososial dilakukan di Pos Pengungsian Gampong Paloh Raya, Keude Bungkaih, dan Riseh Tunong, dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan lapangan.











