Headline

Bangkit Pascabencana, Pemkab Aceh Tamiang Buka CFW

Bambang Iskandar Martin
×

Bangkit Pascabencana, Pemkab Aceh Tamiang Buka CFW

Sebarkan artikel ini
Open Recruitment tenaga Cash for Work (CFW). (Ist)

Byklik.com | Kuala Simpang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang resmi membuka program Cash for Work (CFW) sebagai upaya memberdayakan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Pembukaan rekrutmen tenaga kerja CFW tersebut berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Setdakab Aceh Tamiang, Yunus, SP, yang mewakili Bupati Aceh Tamiang.

Program CFW merupakan bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehaprekon) pascabencana, dengan dukungan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Dalam sambutannya, Yunus menyampaikan apresiasi kepada BUMN yang telah berkontribusi aktif dalam pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh Tamiang. Ia berharap program CFW dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam membersihkan saluran yang tertimbun lumpur akibat bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan BUMN atas dukungan yang diberikan dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh Tamiang. Melalui program Cash for Work ini, diharapkan pembersihan saluran dari endapan lumpur dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Yunus.

Baca Juga  Penumpang PELNI Tembus 5,15 Juta Sepanjang 2025

Yunus menegaskan, tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat lokal di desa-desa terdampak. Selain mempercepat proses pembersihan, program ini juga bertujuan mengembalikan produktivitas masyarakat yang sempat kehilangan mata pencaharian.

“Tenaga kerja direkrut dari desa-desa lokasi pembersihan, kemudian dilanjutkan ke kawasan perkantoran. Terima kasih kepada tujuh BUMN yang telah membantu Aceh Tamiang untuk bangkit kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Humas PKS Waskita Wilayah I, Agung Susilo, menjelaskan bahwa pembayaran upah tenaga kerja CFW dilakukan secara tunai. Pembayaran dilakukan paling cepat satu hari dan paling lambat tujuh hari setelah pekerjaan selesai.

“Tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat, bukan dari luar daerah. Tujuannya agar warga terdampak bencana yang sempat kehilangan pekerjaan dapat kembali memperoleh penghasilan di wilayahnya sendiri,” jelas Agung.

Baca Juga  Kodim 0103 Aceh Utara Kembangkan Lahan Pertanian Terpadu di Lhokseumawe

Ia menambahkan, BUMN mendapatkan penugasan langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk melaksanakan tahapan awal berupa pembersihan lumpur secara menyeluruh.

“Tahap pertama difokuskan pada pembersihan lumpur. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Cipta Karya akan melanjutkan dengan perbaikan konstruksi yang diperlukan setelah program CFW selesai,” ungkapnya.

Adapun pendaftaran tenaga kerja CFW dilakukan secara langsung di lokasi rekrutmen terpusat. Jumlah tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. Pendaftaran dibuka mulai 3 Februari 2025 hingga kuota terpenuhi, dengan syarat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Melalui pelaksanaan program Cash for Work ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap semangat Aceh Bangkit Kembali dapat terwujud, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan pascabencana.***