Berita UtamaHeadline

Babinsa dan Warga Perbaiki Jembatan Rusak Pascabanjir di Pintu Rime Gayo

Avatar
×

Babinsa dan Warga Perbaiki Jembatan Rusak Pascabanjir di Pintu Rime Gayo

Sebarkan artikel ini
Babinsa Koramil 04/PRG bersama masyarakat melaksanakan gotong royong perbaikan jembatan yang menghubungkan Desa Belang Ara dan Desa Pulau Intan, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada Sabtu, 28 Februari 2026. [Foto: Pendim 0119/BM]

Byklik.com | Redelong – Akses penghubung antara Desa Belang Ara dan Desa Pulau Intan, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang sempat rusak parah akibat banjir bandang, mulai diperbaiki. Babinsa Koramil 04/PRG bersama masyarakat turun langsung melaksanakan gotong royong perbaikan jembatan pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas warga dua desa, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Kerusakan yang terjadi beberapa bulan lalu sempat menghambat distribusi hasil pertanian serta akses anak-anak menuju sekolah.

Babinsa Koramil 04/PRG menegaskan, keterlibatan TNI dalam perbaikan jembatan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah binaan.

Baca Juga  FK USK Pulihkan 24 Puskesmas Pascabencana Aceh

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi infrastruktur desa. Jembatan ini menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, kerusakan jembatan terjadi akibat terjangan banjir bandang yang menghantam kawasan tersebut beberapa waktu lalu, sehingga struktur penopang dan lantai jembatan mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk mempercepat pemulihan akses, Babinsa bersama warga melakukan perbaikan secara gotong royong menggunakan alat dan material seadanya yang tersedia di sekitar lokasi. Material kayu dan penopang sementara dimanfaatkan agar jembatan dapat difungsikan kembali dalam waktu dekat.

Baca Juga  Bertahan Pascabanjir, Istri Mualem Apresiasi Guru SLB Aceh Tamiang

“Kami bersama masyarakat berupaya semaksimal mungkin agar akses ini segera bisa digunakan. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan material yang ada di wilayah,” jelasnya.

Perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat darurat guna memastikan jalur penghubung antar desa tetap dapat dilalui sambil menunggu penanganan permanen dari pihak terkait.

Babinsa berharap, keberadaan jembatan darurat tersebut dapat memperlancar kembali aktivitas warga untuk sementara waktu.

“Harapan kami, dengan adanya perbaikan ini, aktivitas masyarakat bisa kembali normal sambil menunggu pembangunan yang lebih permanen,” pungkasnya.