Nasional

Antusiasme Publik Tinggi, Sudah 261 Pendaftar Seleksi KPI Pusat

Avatar
×

Antusiasme Publik Tinggi, Sudah 261 Pendaftar Seleksi KPI Pusat

Sebarkan artikel ini
Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029. [Foto: Komdigi]

ByKlik.com | Jakarta — Antusiasme publik untuk ikut mengawal dan membangun dunia penyiaran nasional terlihat begitu kuat. Hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat dalam seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Periode 2026–2029.

Panitia Seleksi mencatat, hingga Selasa, 20 Januari 2026, sebanyak 261 orang telah mendaftarkan diri secara daring. Jumlah tersebut dinilai sebagai sinyal positif meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap ekosistem penyiaran yang sehat, berkualitas, dan mencerdaskan bangsa.

Ketua Panitia Seleksi yang juga Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi tingginya partisipasi publik dalam proses seleksi ini.

Baca Juga  RS Kemenkes Surabaya Sukses Operasi Bypass Tanpa Belah Dada

“Jumlah pendaftar yang sudah mencapai 261 orang menunjukkan besarnya harapan masyarakat agar KPI diisi oleh figur-figur berintegritas dan berkapasitas. Kami mengajak lebih banyak lagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengambil peran strategis ini sebelum pendaftaran ditutup,” ujar Edwin di Jakarta Pusat, Selasa (20 Januari 2026).

Ia menegaskan, pendaftaran seleksi masih dibuka hingga 23 Januari 2026, sehingga peluang berkontribusi dalam pengawasan dan pengembangan penyiaran nasional masih terbuka lebar.

Baca Juga  KPAI Nilai Ruang Digital Indonesia Belum Aman bagi Anak

Masyarakat yang berminat dapat memperoleh informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran melalui laman resmi https://seleksi.komdigi.go.id.

Adapun tahapan seleksi meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, asesmen psikologis, hingga wawancara. Hasil seleksi nantinya akan disampaikan kepada Menteri Komunikasi dan Digital untuk diteruskan ke Komisi I DPR RI guna mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Edwin berharap, proses seleksi ini mampu melahirkan Anggota KPI Pusat yang siap menjawab tantangan disrupsi informasi sekaligus menjaga kedaulatan penyiaran Indonesia di era digital.