Teknologi & Sains

Adopsi AI Tembus 92 Persen, Menkomdigi Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Digital

Avatar
×

Adopsi AI Tembus 92 Persen, Menkomdigi Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
Menkomdigi Meutya Hafid
Menkomdigi Meutya Hafid saat menghadiri kelulusan Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta (24/2). đź“·: Dok. Kemkomdigi

ByKlik.com | Jakarta — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan pentingnya konversi adopsi kecerdasan artifisial (AI) menjadi produktivitas nasional. Pemerintah menargetkan teknologi ini mampu menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat daya saing bangsa.

Meskipun demikian, tingkat adopsi AI di Indonesia saat ini telah menyentuh angka 92 persen. Meutya menyebut pemanfaatan teknologi tersebut untuk kegiatan produktif masih perlu perluasan secara masif.

Oleh karena itu, Meutya mengapresiasi kehadiran perusahaan rintisan baru dalam acara kelulusan program Google for Startups Accelerator. Program kolaborasi global ini bertujuan mempercepat peningkatan keterampilan talenta digital Indonesia.

Terkait hal tersebut, Meutya Hafid memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi penggunaan teknologi masa depan di tanah air. “Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim, inilah mengapa hari ini kita berbahagia melihat kelahiran dari startup-startup baru,” ujarnya dalam acara di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga  Dosen USK Diskusikan Perkembangan AI dengan Google Indonesia

Selain itu, program tersebut telah meluluskan 63 startup nasional dalam kurun waktu satu tahun pertama. Sebanyak 2.500 startup aktif kini menjadi motor penggerak utama ekonomi digital nasional.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan potensi besar Indonesia sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Pasifik. Lebih dari 230 juta penduduk Indonesia kini telah terkoneksi dengan jaringan internet.

Bahkan, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan menembus angka USD 130 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan pesat ini bersumber dari inovasi teknologi serta transformasi pada berbagai sektor tradisional.

Baca Juga  Pemerintah Blokir Sementara Aplikasi Grok

Maka dari itu, Meutya mendorong talenta digital agar terus berinovasi menghasilkan teknologi terbaru. Beliau ingin Indonesia menjadi pusat kelahiran inovasi AI, bukan sekadar menjadi pasar.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta. Fasilitas ini menjadi ruang kolaborasi antara startup AI dengan perusahaan teknologi dunia.

Pada akhirnya, pemerintah optimis posisi Indonesia akan terus menguat di tingkat regional. “Kita ingin bergerak dari sekadar digital market menjadi AI innovation hub di ASEAN,” tutup Meutya. []