Byklik.com | Jakarta – Pemerintah pusat memprioritaskan Provinsi Aceh sebagai penerima terbesar pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatra. Dari total 28.720 unit huntara yang diusulkan, sebanyak 26.380 unit atau lebih dari 90 persen dialokasikan untuk Aceh.
Percepatan pembangunan huntara ini ditujukan untuk segera memindahkan warga terdampak bencana dari lokasi pengungsian ke hunian yang lebih layak. Pemerintah menargetkan pembangunan huntara mulai selesai secara bertahap sejak Januari 2026 dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta (7/1/2026) menegaskan, penyediaan hunian menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana, terutama bagi warga yang hingga kini masih bertahan di pengungsian.
“Prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” ujar Prasetyo.
Selain Aceh, pembangunan huntara juga menyasar Sumatra Utara sebanyak 1.417 unit dan Sumatra Barat 923 unit. Namun, tingginya tingkat kerusakan akibat bencana di Aceh menjadikan provinsi tersebut sebagai fokus utama penanganan pemerintah.
Prasetyo menjelaskan, hampir seluruh kementerian dan lembaga terlibat dalam percepatan penyediaan hunian, baik melalui bantuan langsung maupun pembangunan fisik. Kepolisian turut ambil bagian, sementara Kementerian Pekerjaan Umum telah menyusun rencana penanganan berdasarkan data kerusakan bangunan.
“Penanganan dilakukan berdasarkan kategori kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat, dengan skema penanganan yang berbeda,” jelasnya.
Hunian sementara yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Pemerintah memastikan ketersediaan sanitasi air bersih, listrik, jaringan Wi-Fi, sarana ibadah, serta taman bermain anak untuk mendukung pemulihan sosial warga terdampak.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat Aceh pascabencana, sekaligus menjadi fondasi menuju pembangunan hunian tetap di tahap berikutnya.











