Headline

Banjir Bandang Bandung Barat, 11 Tewas 79 Hilang

Avatar
×

Banjir Bandang Bandung Barat, 11 Tewas 79 Hilang

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming meninjau lokasi bencana di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Minggu, 25 Januari 2025 [Foto: Setwapres]

ByKlik.com | Jakarta — Banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 79 warga lainnya dilaporkan hilang.

Bencana yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, dini hari itu juga memaksa ratusan warga mengungsi akibat rumah rusak dan kondisi lingkungan yang tidak aman. Hingga Minggu, 25 Januari 2026, Posko Pengungsian di Balai Desa Pasirlangu menampung 230 jiwa yang terbagi di dua lokasi, yakni aula desa sebanyak 90 jiwa dan gedung olahraga (GOR) sebanyak 140 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum di sekitar lokasi pengungsian. Pemerintah juga menyiagakan layanan kesehatan guna memastikan kondisi para pengungsi, terutama kelompok rentan.

Baca Juga  Banjir Aceh Utara: 81 Meninggal, 90 Hilang, 103 Ribu Mengungsi

Operasi pencarian dan pertolongan korban masih terus berlangsung. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan lebih dari 250 personel gabungan dikerahkan dalam operasi SAR, didukung sarana udara berupa drone serta unsur darat.

“Operasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim, mengingat kondisi medan yang masih labil,” ujar Syafii.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan kaji cepat dan pemetaan udara menggunakan drone. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca juga dilaksanakan di wilayah Jawa Barat guna mengantisipasi potensi bencana susulan dan mendukung kelancaran operasi pencarian.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Penyelundupan 98 Kilogram Sabu di Aceh, Tangkap 3 Pemasok

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan pemerintah memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi. Operasi SAR dilakukan selama 24 jam karena masih terdapat puluhan warga yang dalam pencarian.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat meninjau lokasi bencana menegaskan agar penanganan darurat dilakukan secara cepat dan terpadu, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta penanganan rumah warga yang rusak akibat bencana.

Banjir bandang dan longsor tersebut dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Barat dalam intensitas tinggi, menyebabkan pergerakan tanah dan luapan aliran sungai di kawasan perbukitan Cisarua.