ByKlik.com | Dewantara — Kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata melalui pembuatan lubang resapan biopori di Desa Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara. Aksi ini dilakukan oleh oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh, Kelompok 36 pada 24–25 Januari 2026.
“Sebagai bagian dari program KKN, kami membangun lubang biopori di setiap dusun untuk meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi potensi genangan air di kawasan permukiman. Setiap dusun dibuat dua titik biopori yang ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan setempat,” kata Ketua Kelompok KKN 36, Rahul Salmansyah Pasaribu dalam keterangan tertulis yang diterima ByKlik.com, Minggu 25 Januari 2026.
Pengerjaan biopori, katanya, dilakukan melalui pengeboran tanah sedalam sekitar 80–100 sentimeter, pemasangan pipa biopori, serta pengisian lubang dengan sampah organik. Metode ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga mendorong pengelolaan sampah ramah lingkungan.
“Melalui biopori, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM Universitas Malikussaleh, Dewi Kumala Sari, S.Si., Hum., menilai program biopori sebagai penerapan ilmu mahasiswa yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Geuchik Desa Tambon Baroh, Saiful Izal juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan kesadaran warga terhadap konservasi tanah dan air.











