Headline

Mensos Salurkan Santunan dan Modal Usaha Korban Bencana

Avatar
×

Mensos Salurkan Santunan dan Modal Usaha Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf serahkan bantuan di Aula Setdakab Aceh Utara, Sabtu, 24 Januari 2026. [Foto: Humas Setdakab]

ByKlik.com | Lhoksukon – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mempercepat pemulihan kesejahteraan warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara melalui penyaluran bantuan komprehensif, mulai dari santunan duka, jaminan hidup, hingga modal usaha. Kebijakan ini ditegaskan dalam penyerahan bantuan secara simbolis di Aula Setdakab Aceh Utara, Sabtu, 24 Januari 2026.

Melalui Kementerian Sosial, pemerintah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per jiwa. Selain itu, setiap keluarga yang menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap) menerima bantuan tunai Rp3 juta untuk memenuhi kebutuhan perabotan rumah tangga.

Baca Juga  Bappeda Aceh Godok Juknis Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Untuk menjamin kebutuhan dasar penyintas, Kemensos juga memberikan bantuan jaminan hidup senilai Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Di sisi pemulihan ekonomi, bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga disiapkan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

Gus Ipul memastikan seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan berjenjang. Pengusulan data penerima dimulai dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dengan dukungan data BNPB, kemudian diverifikasi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan. Khusus wilayah Aceh, data juga melalui validasi di Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga  Pajero Indonesia One Distribusikan Bantuan di Jambo Aye

Selain penanganan bencana, Kemensos turut mengintensifkan Program Pemerlu Atensi Sosial (12-PAS) di Aceh Utara. Program ini menyasar 12 kelompok rentan, seperti lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak rentan, hingga korban kekerasan, guna memperkuat perlindungan sosial yang inklusif.

“Kita ingin pemulihan ini berjalan utuh. Warga tidak hanya dibantu untuk bertahan hari ini, tetapi juga didorong agar mampu bangkit dan berusaha kembali,” tegas Gus Ipul.