Berita Utama

YPANBA dan JMK Pasang Sky Hydrant di Meunasah Kubu Bireuen

×

YPANBA dan JMK Pasang Sky Hydrant di Meunasah Kubu Bireuen

Sebarkan artikel ini

Byklik | Bireuen—Warga terdampak banjir di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, masih mengalami keterbatasan akses air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak. Hingga saat ini, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian yang terpusat di Meunasah Kubu.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama Jejaring Masyarakat Kemanusiaan (JMK), dengan dukungan Penabulu Foundation, telah memasang satu unit sky hydrant di titik pengungsian utama Desa Kubu pada Jumat, 23 Januari 2026.

Fasilitas air bersih ini dimanfaatkan oleh pengungsi serta warga yang telah kembali ke rumah masing-masing, tetapi belum memiliki sumber air bersih. Instalasi sky hydrant dilengkapi dengan tiga keran air dan dapat langsung digunakan sebagai air minum.

Baca Juga  Foto: Aksi Bendera Putih Minta Penetapan Status Darurat Bencana Nasional

“Air bersih dan sanitasi sangat dibutuhkan, terutama bagi perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Kami berupaya memastikan distribusi air bersih berjalan setiap hari selama masa tanggap darurat masih berlangsung,”
ujar Ketua YPANBA, Ruwaida, Sabtu, 24 Januari 2026.

Relawan JMK, Olan Alfian, menyampaikan bahwa selain pemasangan instalasi, pihaknya juga memberikan edukasi kepada warga serta Sekretaris Desa Kubu sebagai penanggung jawab, agar kualitas air tetap terjaga dan digunakan secara aman oleh masyarakat.

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Ungkap Prostitusi Online, Tiga Pelaku Diamankan

Sky hydrant yang dipasang bersifat sementara dan diproyeksikan dapat mendukung kebutuhan air bersih warga hingga tiga bulan ke depan. Menjelang bulan Ramadan, kebutuhan air bersih diperkirakan akan meningkat, sehingga diharapkan adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah dan pihak terkait.

Selain air bersih, kondisi fasilitas MCK di rumah-rumah warga masih belum pulih sepenuhnya dan belum mampu memenuhi kebutuhan harian. Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan untuk pemulihan fasilitas sanitasi pascabanjir.[]