Berita Utama

Pemerintah Putar Arah, Rumah Subsidi Kini Fokus Rusun

Avatar
×

Pemerintah Putar Arah, Rumah Subsidi Kini Fokus Rusun

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lokasi rencana pembangunan rusun subsidi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026. [Foto: PKP]

ByKlik.com | Jakarta — Pemerintah mulai mengalihkan fokus pembangunan perumahan subsidi dari rumah tapak ke rumah susun (rusun) sebagai solusi hunian di wilayah perkotaan. Kebijakan ini ditegaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau lokasi rencana pembangunan rusun subsidi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.

Menteri Ara menyampaikan, capaian pembangunan rumah subsidi tapak pada tahun sebelumnya menunjukkan permintaan yang tinggi. Namun, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan rusun subsidi mulai 2026.

“Permintaan rumah subsidi tapak cukup bagus. Tahun ini kami mulai lebih fokus pada pembangunan rumah susun subsidi,” tegasnya.

Baca Juga  Rusia–Indonesia Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Ara mengapresiasi kesiapan Perum Perumnas dalam menyiapkan proyek rusun subsidi, termasuk melalui survei kepada calon konsumen. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan agar kebijakan perumahan sesuai kebutuhan dan kemampuan warga.

Ia juga meminta agar masyarakat dipermudah, khususnya dalam aspek pembiayaan, serta menekankan agar iuran pengelolaan lingkungan (IPL) tidak ditetapkan terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan penghuni. Prioritas, menurutnya, perlu diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Baca Juga  Pemerintah Serahkan Rumah Subsidi untuk Keluarga Almarhum Affan Kurniawan

“Rakyat harus didengar dan dipermudah. Pembiayaan harus realistis, IPL jangan memberatkan, dan fasilitas harus sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Menteri Ara menegaskan pembangunan rusun subsidi tetap harus memenuhi ketentuan regulasi, dilakukan secara cepat, dan menjaga kualitas hunian.

Sebagai informasi, rusun subsidi Alonia di Kemayoran merupakan kelanjutan pengembangan Rusunami Bandar Kemayoran. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 3.750 meter persegi, terdiri atas satu tower 32 lantai dengan total 609 unit hunian. Peletakan batu pertama direncanakan pada akhir Februari 2026.