ByKlik.com | Aceh Tamiang — Kementerian Pekerjaan Umum menggerakkan Program Padat Karya Tunai untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus memulihkan ekonomi penyintas di Aceh Tamiang.
Hingga Senin, 19 Januari 2026, genangan lumpur dan material sisa banjir masih ditemukan di sejumlah fasilitas publik, termasuk ruang-ruang kelas SMK Negeri 3 Aceh Tamiang. Di tengah proses pembersihan tersebut, ratusan warga lokal dilibatkan langsung sebagai pekerja padat karya untuk membersihkan permukiman, sekolah, kantor pemerintahan, serta saluran drainase.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pemulihan fisik semata, melainkan harus diiringi dengan upaya menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
“Tugas kita bukan hanya membangun, tetapi memastikan masyarakat kembali memiliki penghasilan. Pembersihan kita lakukan secara intensif dengan dukungan TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya agar roda ekonomi segera berputar kembali,” ujar Dody.
Ia menyebutkan, keterlibatan warga sangat penting mengingat banyak penyintas yang sebelumnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan usaha kecil yang terdampak langsung oleh banjir bandang.
Di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau alat berat, Kementerian PU mengoptimalkan tenaga padat karya dengan peralatan skala kecil agar pembersihan tetap efektif dan menjangkau seluruh area terdampak, termasuk permukiman padat dan fasilitas umum.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan program tersebut. Tri Kurniawan, warga Karang Baru, mengatakan dirinya kembali memiliki penghasilan setelah kehilangan pekerjaan akibat banjir. Selama dua pekan terakhir, ia terlibat membersihkan lumpur di lingkungan permukiman dan fasilitas publik.
“Setelah banjir, kami tidak punya pekerjaan. Dengan padat karya ini, setidaknya bisa membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang, yang sebelumnya berjualan makanan ringan. Usahanya terhenti akibat banjir, namun kini ia memperoleh penghasilan dari kegiatan pembersihan drainase dan lingkungan fasilitas umum.
“Warung tidak bisa jalan karena rumah dan lingkungan kotor. Dengan ikut padat karya, ada penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,” kata Ikhsan.
Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Januari 2026, penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat telah memberdayakan puluhan ribu tenaga kerja lokal di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi sementara bagi penyintas sembari proses pemulihan wilayah terus berjalan.











