Berita Utama

Via Darat Sulit, Bantuan Warga Aceh Tengah Diangkut Heli

Avatar
×

Via Darat Sulit, Bantuan Warga Aceh Tengah Diangkut Heli

Sebarkan artikel ini
Helikopter Caracal TNI AU dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja antar bantuan ke wilayah terisolir di Aceh, Senin 8 Desember 2025. [Foto: Dispen TNI AU]

ByKlik.com | Banda Aceh — Akses darat yang masih terputus sebagian memaksa pemerintah mengandalkan jalur udara untuk menyalurkan bantuan logistik ke wilayah dataran tinggi Aceh Tengah. Hingga Senin, 19 Januari 2026 distribusi bantuan bagi ribuan warga terdampak dilakukan dengan dropping logistik menggunakan helikopter ke kampung-kampung yang masih terisolasi.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyebut jalur udara menjadi satu-satunya pilihan efektif karena banyak ruas jalan dan jembatan penghubung antar kampung rusak parah atau tidak dapat dilalui kendaraan.

“Sebagian besar akses darat belum bisa dilalui. Karena itu, distribusi bantuan kami fokuskan lewat udara agar logistik segera tiba di kampung-kampung yang masih terisolasi,” kata Murthalamuddin, Senin.

Berdasarkan data BNPB, penyaluran bantuan hari ini dilakukan melalui delapan sorti penerbangan menggunakan tiga unit helikopter. Helikopter BNPB tipe EC155-B1 melaksanakan tiga sorti ke Kampung Penarun dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge, serta Kampung Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, masing-masing membawa 500 kilogram logistik.

Baca Juga  Brimob Gali Sumur untuk Warga Reje Payung Aceh Tengah

Sementara itu, helikopter BNPB Bell 407 menjalankan dua sorti ke Kampung Bergang dan Kampung Serempah di Kecamatan Ketol dengan muatan 300 kilogram per penerbangan. Helikopter BNPB Bell 505 juga diterjunkan dalam tiga sorti menuju Kampung Burlah di Kecamatan Ketol, Kampung Bius Utama atau Dusun Gantung Langit di Kecamatan Silih Nara, serta Kampung Umang di Kecamatan Linge, dengan muatan masing-masing 300 kilogram.

Murthalamuddin menjelaskan, bantuan yang didrop melalui udara berupa bahan pangan dan kebutuhan dasar. Bantuan diserahkan kepada aparat kampung setempat untuk selanjutnya dibagikan kepada warga terdampak.

Hingga update terakhir pada 18 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 6.562 jiwa masih terisolasi di 15 kampung di Aceh Tengah. Kondisi ini dipicu longsor yang menutup badan jalan serta ambruknya sejumlah jembatan di kawasan pegunungan.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah dari BNPB

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah sejak 26 November 2025 berdampak luas pada 14 kecamatan dan 295 kampung. Sebanyak 45 titik pengungsian masih aktif dengan jumlah pengungsi mencapai 5.306 jiwa.

Kerusakan infrastruktur tercatat signifikan, meliputi ratusan ruas jalan dan jembatan, jaringan listrik dan telekomunikasi yang terganggu, serta kerusakan fasilitas publik. Dampak bencana juga memukul sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dataran tinggi.

“Distribusi bantuan lewat udara akan terus kami lakukan selama akses darat belum pulih sepenuhnya. Di saat yang sama, pembukaan jalan terus diupayakan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” tegas Murthalamuddin.