Berita Utama

Aksi di Simeulue, Beasiswa dan Nasib Becak Disuarakan

Avatar
×

Aksi di Simeulue, Beasiswa dan Nasib Becak Disuarakan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, menemui massa aksi damai di halaman Kantor Bupati setempat di Sinabang, Senin 19 Januari 2026. [Foto: Humas Pemkab]

ByKlik.com | Sinabang — Massa aksi yang mengatasnamakan GESER (Gerakan Suara Rakyat) dan Ikatan Becak Logging (IBL) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Simeulue, Senin, 19 Januari 2026.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan utama, mulai dari evaluasi kebijakan beasiswa daerah, keberlangsungan mata pencaharian tukang becak, hingga desakan evaluasi kinerja kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Massa aksi menyebut kebijakan beasiswa dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada mahasiswa dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar tepat sasaran.

Selain itu, perwakilan Ikatan Becak Logging menuntut perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha tukang becak yang dinilai semakin terpinggirkan dan membutuhkan regulasi serta pembinaan yang lebih jelas.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Bahas Isu Kamtibmas Bersama Profesor Apridar

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin turun langsung menemui massa aksi bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Dalam dialog terbuka yang berlangsung kondusif, Wakil Bupati menyatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti setiap aspirasi sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Kami mencatat seluruh tuntutan yang disampaikan, baik terkait beasiswa, aktivitas tukang becak, maupun evaluasi kepala dinas. Semuanya akan kami pelajari dan tindak lanjuti secara objektif,” ujar Nusar Amin di hadapan massa aksi.

Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap 332 Pelajar Terlibat Kerusuhan Agustus

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Simeulue tidak menutup diri terhadap kritik, serta membuka ruang dialog sebagai langkah utama penyelesaian persoalan. Ia mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib dan mengedepankan mekanisme musyawarah.

Aksi unjuk rasa berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP. Setelah dialog dan penyampaian tuntutan selesai, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Pemerintah Kabupaten Simeulue berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi masukan konstruktif bagi perbaikan kebijakan daerah, sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.