Byklik.com | Aceh Utara – Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kehadiran Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menghadirkan suasana berbeda. Dengan pendekatan humanis, Kapolres mampu menghadirkan tawa dan keceriaan guna menguatkan semangat para pengungsi, khususnya kaum ibu.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan peninjauan kondisi pengungsian, tetapi juga interaksi langsung bersama warga melalui kuis ringan, bernyanyi bersama, serta pemberian hadiah kepada pengungsi yang berpartisipasi aktif.
Suasana semakin meriah saat Kapolres mengajak warga menebak inisial nama orang tuanya yang berawalan huruf “A”. Dengan penuh semangat, salah seorang pengungsi menyebut nama “Abdullah”. Meski belum lengkap—nama orang tua Kapolres diketahui Abdullah Ali—jawaban tersebut tetap disambut tepuk tangan dan tawa, serta diapresiasi dengan pemberian hadiah.
Momen haru turut mewarnai kegiatan ketika seorang nenek pengungsi tampil menyanyikan lagu daerah Aceh, “Bungong Jeumpa”. Kendati usianya telah lanjut, sang nenek masih mengingat syair lagu dengan baik. Alunan lagu tersebut menciptakan keakraban dan menjadi penghibur bagi para pengungsi yang hadir.
Di akhir kegiatan, kaum ibu pengungsi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian Kapolres Lhokseumawe. Mereka menilai kehadiran aparat kepolisian tidak hanya membawa bantuan logistik dan layanan kesehatan, tetapi juga dukungan moril yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi sulit.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami ingin hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menguatkan mental dan semangat masyarakat. Dengan kebersamaan seperti ini, kami berharap para pengungsi tetap tabah, optimis, dan percaya bahwa kondisi akan segera membaik,” ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.
Ia berharap kehadiran Polri di lokasi pengungsian dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk saling menguatkan dan bangkit bersama pascabencana.***











