Berita Utama

Dinkes Aceh Kerahkan Tim EMT Tetpadu Layani Wilayah Terpencil

Bambang Iskandar Martin
×

Dinkes Aceh Kerahkan Tim EMT Tetpadu Layani Wilayah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 17 Januari 2026. (Ist)

Byklik.com | Banda Aceh – Dinas Kesehatan Aceh menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch VI untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, terdampak bencana, dan lokasi pengungsian. Pada hari pertama pelayanan, Sabtu, 17 Januari 2026, tim EMT mulai beroperasi di sejumlah daerah sulit dijangkau di Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Kabupaten Gayo Lues.

Sejumlah wilayah menjadi sasaran pelayanan, di antaranya Dusun Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur; Desa Ise-Ise, Desa Lumut, dan Posko Owak di Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Pelayanan juga dilakukan di Desa Lubuk Pusaka dan Posko SMA Negeri 2 Langkahan di Aceh Utara, serta Desa Jeret Onom dan Desa Singah Mulo di Kabupaten Gayo Lues.

Mayoritas lokasi tersebut terdampak parah bencana banjir dan tanah longsor, termasuk kawasan pengungsian dengan akses terbatas.

Pada hari pertama pembukaan layanan, EMT Terpadu Batch VI melayani seribuan warga dari berbagai kelompok usia.

Baca Juga  Polres Gayo Lues Imbau Warga Tak Bakar Hutan dan Lahan

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, layanan kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia, pengukuran tekanan darah, serta edukasi dan penyuluhan kesehatan.

Selain pelayanan medis, tim EMT juga memberikan layanan gizi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, skrining status gizi, serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Lubok Pusaka Langkahan, Kab. Aceh Utara, Sabtu, Sabtu, 17 Januari 2026. (Ist)

Hasil pelayanan di lapangan menunjukkan penyakit yang paling banyak ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit seperti dermatitis dan tinea, serta penyakit tidak menular, antara lain hipertensi, gastritis, nyeri sendi, dan myalgia. Di beberapa lokasi, tim juga menemukan gangguan kesehatan mental berupa kecemasan berlebih akibat dampak bencana.

Pemantauan tim EMT turut mengungkap masih terbatasnya akses air bersih, sanitasi, dan ketersediaan jamban yang layak di sejumlah lokasi. Pengelolaan sampah di kawasan pengungsian juga belum optimal.

Sebagian warga masih tinggal di tenda pengungsian dan hunian sementara dengan risiko kesehatan lingkungan yang cukup tinggi, termasuk potensi berkembangnya vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk.

Baca Juga  Plt. Kadispora Aceh: Gerakan Pramuka Berperan Strategis Membangun Generasi Muda

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., menyampaikan bahwa EMT Terpadu Batch VI yang diberangkatkan pada Jumat, 16 Januari 2026, difokuskan untuk menjangkau desa-desa yang sangat terpencil dan sulit diakses, yang selama ini minim mendapatkan layanan kesehatan.

Ia berharap kehadiran tim EMT dapat meningkatkan akses serta kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Selain wilayah tersebut, EMT Terpadu Batch VI Dinas Kesehatan Aceh juga melaksanakan pelayanan kesehatan di sejumlah daerah lain. Di Kabupaten Pidie Jaya, pelayanan dilakukan di Meunasah Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.

Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan menjangkau Kampung Landuh dan Masjid Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, serta Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.

Pelayanan kesehatan EMT juga menjangkau Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Wih Ilang, Kecamatan Bandar, serta beberapa titik lainnya di wilayah Aceh.***