Byklik.com | Aceh Utara – Pasca bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara dan sekitarnya beberapa waktu lalu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pase terpaksa mengoperasikan layanan air bersih dalam kondisi darurat.
Sebanyak 12 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang menyuplai kebutuhan air bersih untuk Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengalami kerusakan berat. Kerusakan tidak hanya terjadi pada instalasi, tetapi juga pada jaringan distribusi, baik pipa induk maupun pipa distribusi hingga sambungan rumah (SR).
Direktur Utama Perumdam Tirta Pase, Imran, ST, MSM, menyampaikan bahwa total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp36 miliar. Selain kerusakan fisik, perusahaan juga mengalami kerugian operasional akibat terhentinya penagihan rekening pelanggan yang berdampak pada penurunan produktivitas penjualan.
“Namun berkat kesigapan dan kerja keras seluruh karyawan, beberapa IPA telah berhasil difungsikan kembali secara bertahap, begitu pula sejumlah jaringan distribusi yang mulai diperbaiki sehingga suplai air bersih di beberapa wilayah kembali mengalir,” ujar Imran, Sabtu,17 Januari 2026.
Meski demikian, Perumdam Tirta Pase mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum teraliri air secara optimal. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kapasitas pompa akibat kerusakan yang belum sepenuhnya tertangani, serta tingginya biaya operasional perbaikan yang harus ditanggung secara mandiri oleh perusahaan.
“Kami harus menjaga stabilitas pembiayaan operasional lainnya. Seluruh pembiayaan perbaikan dilakukan secara mandiri, sehingga pemulihan secara cepat dan sempurna membutuhkan waktu,” jelasnya.
Kendala lain yang dihadapi adalah kualitas air baku yang kerap mengalami tingkat kekeruhan tinggi pascabanjir bandang. Kondisi ini sering memaksa operasional IPA dihentikan sementara. Salah satunya terjadi di IPA Krueng Pase pada 13 Januari lalu, meskipun perbaikan pipa induk berdiameter 300 mm telah selesai dilakukan, operasional terpaksa dihentikan kembali akibat meningkatnya kekeruhan air baku.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa IPA lainnya, seperti IPA Teupin Punti, IPA Langkahan, dan IPA Meunasah Asan.
Dalam kondisi layanan yang masih darurat, Perumdam Tirta Pase mengimbau pelanggan untuk menampung air saat suplai normal guna mengantisipasi gangguan distribusi.
Beberapa wilayah, seperti Kecamatan Baktiya, masih mengalami keterbatasan suplai akibat pengoperasian pompa yang belum maksimal. Sementara itu, di Kecamatan Dewantara, kerusakan jaringan induk yang melintasi beberapa jembatan rel kereta api memperpanjang proses perbaikan karena dilakukan secara bertahap.
“Kami memastikan seluruh perbaikan, termasuk penambahan kapasitas pompa dan perbaikan jaringan di lintasan jembatan, terus dikerjakan dan akan segera difungsikan setelah tuntas,” kata Imran.
Ia juga memohon pengertian dan kesabaran masyarakat atas ketidaknyamanan layanan yang terjadi, seraya menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan disengaja, melainkan dampak langsung dari bencana dan keterbatasan sumber daya.
Saat ini, suplai air ke wilayah Paya Itek, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kecamatan Meurah Mulia, serta Kota Lhokseumawe telah kembali normal. Perbaikan jembatan di Bungkah menuju layanan Krueng Geukueh juga hampir rampung dan akan segera dilakukan uji coba distribusi air.
Perumdam Tirta Pase memastikan seluruh 12 IPA, mulai dari Krueng Mane hingga Langkahan, kini kembali beroperasi secara darurat guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir serta sekitar 50 ribu pelanggan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.***











