Berita Utama

Isra Mikraj dan Amanah Negara: KemenP2MI Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

Avatar
×

Isra Mikraj dan Amanah Negara: KemenP2MI Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Menteri P2MI, Mukhtarudin [Foto: P2MI]

ByKlik.com | Jakarta — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dimaknai secara mendalam oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) sebagai pengingat moral untuk memperkuat kehadiran negara bagi para pekerja migran dan keluarganya.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi juga sarat nilai keteladanan yang relevan dengan tugas pelayanan publik, khususnya dalam melindungi jutaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berjuang jauh dari tanah air.

“Isra Mikraj mengajarkan kita tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteguhan iman. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi landasan dalam memberikan pelindungan dan pelayanan terbaik bagi pekerja migran dan keluarganya,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan resmi, Jumat, 16 Januari 2026.

Baca Juga  Polri Gelar Workshop dan Kampanye "Rise and Speak" di Hong Kong

Menurutnya, perjalanan spiritual Rasulullah SAW menjadi refleksi bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan integritas. Hal itu, kata dia, sejalan dengan komitmen KemenP2MI untuk memastikan seluruh proses penempatan dan pelindungan PMI berjalan transparan, manusiawi, dan bebas dari praktik ilegal.

Mukhtarudin menekankan, pekerja migran tidak boleh dipandang sekadar sebagai tenaga kerja, melainkan sebagai manusia yang memiliki hak, martabat, dan keluarga yang harus dijaga kesejahteraannya.

“Kami menempatkan pekerja migran sebagai subjek utama pelindungan. Negara harus hadir sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.

Selain pelindungan langsung kepada PMI, KemenP2MI juga berupaya memperkuat ketahanan keluarga yang ditinggalkan. Melalui berbagai program pemberdayaan, kementerian mendorong kemandirian ekonomi keluarga PMI agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Baca Juga  Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Tol Sibanceh Seksi 1 Mulai Beroperasi

“Ketika pekerja migran berjuang di luar negeri, keluarganya di rumah juga harus berdaya. Ini bagian dari keadilan sosial yang kami perjuangkan,” imbuh Mukhtarudin.

Menteri P2MI berharap, nilai kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj dapat menjadi sumber energi bagi seluruh jajaran KemenP2MI untuk terus berinovasi dan mempermudah akses layanan bagi PMI.

“Pelayanan kepada pekerja migran adalah bentuk ibadah. Mari kita jadikan nilai-nilai spiritual Isra Mikraj sebagai kompas moral dalam menjalankan tugas negara,” pungkasnya.

Dengan spirit tersebut, KemenP2MI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelindungan yang tidak hanya berbasis regulasi, tetapi juga berlandaskan empati dan keberpihakan pada kemanusiaan.