ByKlik.com | Meureudu — Puluhan hari setelah banjir bandang menerjang, warga Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih hidup dalam keterbatasan di pengungsian. Rumah-rumah mereka tertimbun lumpur dan material kayu setinggi hingga tiga meter, sementara proses pemulihan berjalan sangat lambat karena minimnya peralatan dan bantuan.
Di tengah kondisi tersebut, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Satgas UTU Peduli hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para penyintas, Kamis, 15 Januari 2026. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti sembako, perlengkapan bayi, peralatan salat, serta pakaian layak pakai untuk anak-anak dan orang dewasa.
Banjir bandang yang berlangsung selama tiga hari itu melumpuhkan aktivitas warga dan merusak permukiman secara masif. Berdasarkan data aparatur desa, sebanyak 165 rumah di Desa Manyang Cut mengalami kerusakan berat akibat tertimbun tanah dan lumpur. Hingga sekitar 50 hari pascabencana, kondisi rumah warga masih memprihatinkan, dengan material lumpur dan kayu setinggi 2 hingga 3,5 meter masih mengisi bagian dalam rumah.
“Kami membersihkan rumah seadanya, pakai cangkul dan tangan. Berat sekali,” ujar salah seorang warga di lokasi pengungsian.
Keterbatasan alat dan tenaga membuat proses pembersihan berjalan lambat. Hingga kini, baru sekitar 10 persen rumah yang mulai dibersihkan, dan belum satu pun yang dinyatakan layak huni. Akibatnya, sebagian besar warga masih bertahan di posko pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
Kepala Bagian Umum Universitas Teuku Umar, Musrizal, S.T., M.T., mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari warga. Semoga kondisi Desa Manyang Cut segera pulih dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala,” ujar Musrizal.
Ungkapan terima kasih datang dari tokoh masyarakat setempat. Imum Masjid Meunasah Krueng Baroh Desa Manyang Cut, Tgk. Fakri, menyampaikan apresiasi atas kepedulian UMRAH dan UTU terhadap kondisi warga.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga menjadi amal jariah bagi semua yang terlibat,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Posko Musibah Bencana Banjir Desa Manyang Cut, Usman. Ia menilai bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga di pengungsian.
“Yang dibawa benar-benar kami butuhkan. Ini sangat membantu warga yang masih bertahan di posko,” katanya.
Di tengah lumpur yang belum surut dan rumah yang belum bisa dihuni, bantuan kemanusiaan menjadi secercah harapan bagi warga Desa Manyang Cut untuk bangkit perlahan dari bencana.











