Lingkungan & Energi

Eddy Soeparno Ajak Investor Global Garap Potensi Panas Bumi Indonesia

Avatar
×

Eddy Soeparno Ajak Investor Global Garap Potensi Panas Bumi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno berbicara dalam Geothermal Energy Dialogue yang menjadi rangkaian Abu Dhabi Sustainability Week. [Foto: Setjen MPR]

ByKlik.com | Abu Dhabi — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengajak investor global menanamkan modal di sektor panas bumi Indonesia dalam Geothermal Energy Dialogue yang menjadi rangkaian Abu Dhabi Sustainability Week.

Dalam forum yang dihadiri pejabat dan pelaku industri energi global, Eddy menegaskan Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW).

“Indonesia salah satu yang terbesar di dunia. Namun, saat ini baru sekitar 10 persen dari potensi tersebut yang berhasil dimanfaatkan untuk kebutuhan energi nasional. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi investor global yang ingin berkontribusi pada transisi menuju energi bersih,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis 15 januari 2026.

Baca Juga  Pemerintah Aceh Dukung Penuh Proyek Pembangunan PLTP Seulawah

Eddy menjelaskan geothermal memiliki keunggulan sebagai sumber energi baseload karena mampu beroperasi 24 jam tanpa bergantung pada cuaca, sehingga penting untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah meningkatnya penggunaan energi terbarukan intermiten seperti surya dan angin.

Ia juga menyampaikan pemerintah Indonesia tengah membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar atau super grid untuk menghubungkan sumber energi terbarukan dengan wilayah berpermintaan tinggi, khususnya Pulau Jawa.

Baca Juga  Menteri ESDM: Tambahan Produksi Blok Cepu Dorong Swasembada Energi Nasional

Dari sisi regulasi, Eddy menilai pemerintah telah memberikan kepastian hukum melalui sejumlah kebijakan, termasuk Peraturan Presiden tentang percepatan energi terbarukan dan nilai ekonomi karbon. Kebijakan tersebut memungkinkan proyek geothermal memperoleh pendapatan tambahan dari pasar karbon selain penjualan listrik.

“Dengan regulasi yang jelas, infrastruktur memadai, dan kolaborasi internasional, geothermal berpotensi menjadi tulang punggung ketahanan energi sekaligus pendorong ekonomi hijau Indonesia,” ujar Eddy.