Byklik.com | Aceh Utara – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa perhatian Kementerian Pertanian terhadap Aceh telah diberikan sejak awal terjadinya bencana, meskipun dirinya baru tiba di daerah tersebut.
“Kami memang baru hari ini datang ke Aceh, tetapi siang dan malam kami memikirkan Aceh sejak bencana terjadi sampai hari ini,” ujar Amran usai melakukan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 15 Januari 2026.
Amran mengungkapkan, pada saat bencana terjadi dirinya dalam kondisi kelelahan hingga harus mendapatkan perawatan medis berupa infus. Namun, kabar musibah yang menimpa Aceh membuatnya segera mengambil langkah cepat.
“Begitu mendengar ada bencana, kami langsung bangkit dan menghubungi jajaran Kementerian Pertanian. Kami meminta seluruh pegawai dan mitra untuk mengeluarkan sedekah terbaiknya bagi Aceh,” katanya.
Ia menegaskan bahwa duka yang dirasakan masyarakat Aceh merupakan duka seluruh bangsa Indonesia. Menurut Amran, persoalan Aceh adalah persoalan bersama yang harus diselesaikan secara gotong royong.
“Duka Aceh adalah duka kita semua, masalah Aceh adalah masalah kita semua,” tegasnya.
Dari gerakan solidaritas tersebut, Kementerian Pertanian berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp75 miliar. Dana itu berasal dari pemotongan gaji pegawai Kementerian Pertanian, sedekah para mitra, serta dukungan dari Komisi IV DPR RI.
Amran juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediaty Haryadi atau Titiek Soeharto, atas dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto), anggota Komisi IV DPR RI Ahmad Rizal, Alien Mus, dan Rajiv Singh, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, unsur Forkopimda Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe, jajaran pemerintah kabupaten/kota, serta perwakilan kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat.***











