Ekonomi & Bisnis

Menkeu: Indonesia Emas 2045 Digeber Tiga Mesin Pertumbuhan

Avatar
×

Menkeu: Indonesia Emas 2045 Digeber Tiga Mesin Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. [Foto: Kemenkeu]

Byklik.com | Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar jargon, melainkan agenda besar lintas generasi yang menuntut kerja nyata dan konsistensi kebijakan.

Melalui Asta Cita, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi, stabilitas nasional yang kuat, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh rakyat.

“Indonesia Emas membutuhkan pertumbuhan tinggi, stabilitas, dan pemerataan. Karena itu, mesin pertumbuhan harus bergerak selaras: fiskal, sektor keuangan, dan investasi,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang digelar daring, Selasa, 13 Januari 2025.

Baca Juga  Dollar Perkasa, Biaya Produksi Naik, Harga Barang Terancam Melonjak

Di sektor fiskal, pemerintah menekankan belanja negara yang tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas kebocoran. Pada sektor keuangan, koordinasi dengan bank sentral terus diperkuat agar kebijakan moneter sejalan dengan arah fiskal.

Sementara dari sisi investasi, pemerintah membentuk satuan tugas percepatan program strategis untuk mengurai hambatan investasi. Setiap pekan, sidang rutin digelar guna menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha agar iklim investasi semakin kondusif.

Baca Juga  ULN Indonesia Mei 2025 Tumbuh Melambat

“Jika fiskal, moneter, dan investasi berjalan baik dan seirama, pertumbuhan ekonomi bisa dipacu lebih cepat,” tegasnya.

Untuk menopang visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara dipastikan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi jangka panjang dan produktivitas nasional.