Berita Utama

Banjir Aceh Utara Lumpuhkan Infrastruktur Air Bersih, Kerugian Rp36 Miliar

Bambang Iskandar Martin
×

Banjir Aceh Utara Lumpuhkan Infrastruktur Air Bersih, Kerugian Rp36 Miliar

Sebarkan artikel ini
Dirut Perumdam Tirta Pase Aceh Utara meninjau infrastruktur air bersih yang terdampak banjir. (Ist)

Byklik.com | Aceh Utara – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur penyediaan air bersih. Akibat bencana tersebut, layanan air bersih di sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan signifikan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Pase, Imran, S.T., M.S.M., mengungkapkan total kerugian akibat kerusakan infrastruktur air bersih diperkirakan mencapai lebih dari Rp36 miliar. Meski demikian, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pase terus berupaya melakukan pemulihan layanan secara bertahap sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

“Sejak awal Desember 2025, kami telah berhasil mengoperasikan kembali 12 instalasi produksi yang sebelumnya rusak akibat banjir,” ujar Imran, Selasa, 13 Januari 2026.

Selain memulihkan instalasi produksi, Perumdam Tirta Pase juga mengintensifkan distribusi air bersih melalui mobil tangki guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sejak 2 Desember 2025, di tengah keterbatasan armada, perusahaan telah melaksanakan lebih dari 500 perjalanan mobil tangki dengan total distribusi sekitar 2.000 ton air bersih. Seluruh pasokan air tersebut bersumber dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lhoksukon.

Baca Juga  Foto: Aksi Bendera Putih Minta Penetapan Status Darurat Bencana Nasional

Imran menjelaskan, kerusakan infrastruktur air bersih terjadi secara masif, mulai dari hulu hingga hilir. Kondisi ini menyebabkan proses pemulihan membutuhkan biaya besar serta penanganan bertahap. Perbaikan terus dilakukan, baik pada jaringan distribusi utama maupun jaringan distribusi bagi, guna memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan.

Beroperasinya kembali IPA Langkahan pada 10 Januari 2026 turut memperkuat pelayanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah Langkahan yang sebelumnya mengalami kerusakan jaringan distribusi secara total. Dengan pengambilan air langsung dari Langkahan, distribusi menggunakan mobil tangki dinilai lebih efektif dibandingkan sebelumnya yang harus dilakukan dari Lhoksukon.

Baca Juga  Tiga Pekan Pascabencana, Pemerintah Belum Bisa Atasi Krisis Layanan Dasar

Sementara itu, perbaikan sambungan rumah warga yang rusak akibat banjir hingga kini masih dilakukan secara mandiri oleh pelanggan.

Di tengah proses pemulihan, manajemen Perumdam Tirta Pase juga dihadapkan pada tantangan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Kewajiban pembayaran gaji karyawan serta pembiayaan rutin, seperti pengadaan bahan kimia, listrik, bahan bakar operasional, dan material perbaikan, harus tetap dipenuhi di tengah menurunnya pendapatan akibat banyaknya pelanggan terdampak banjir yang belum dapat bertransaksi.

Melalui langkah-langkah manajerial dan taktis, Perumdam Tirta Pase berupaya menstabilkan operasional perusahaan sembari tetap menjalankan fungsi pelayanan publik. Hingga saat ini, fokus utama perusahaan masih pada mitigasi darurat agar operasional tetap berjalan dan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi.***