Berita Utama

Menteri PU Bangun Sabo Dam Lindungi Jembatan Aceh Tenggara

Avatar
×

Menteri PU Bangun Sabo Dam Lindungi Jembatan Aceh Tenggara

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Tenggara, Minggu 11 Januari 2026. [Foto: Kementerian PU]

Byklik.com | Kutacane — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan pembangunan sabo dam di wilayah hulu sungai Aceh Tenggara sebagai langkah utama pengendalian banjir bandang dan perlindungan infrastruktur vital, khususnya jembatan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan banjir bandang tidak bisa hanya dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari hulu sungai sebagai sumber persoalan. Sabo dam berfungsi menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa arus saat hujan deras.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi menangkap material agar aliran ke hilir lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” ujar Dody saat meninjau Jembatan Pantai Dona yang rusak akibat banjir bandang, Minggu (11 Januari 2026).

Baca Juga  Mendagri Akui 12 Wilayah di Sumatra Belum Pulih Pascabencana

Kementerian PU merencanakan pembangunan sekitar 30 hingga 40 titik sabo dam dan check dam di Aceh, termasuk di kawasan rawan banjir bandang Aceh Tenggara. Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah hulu Sungai Alas.

Jembatan Pantai Dona yang membentang di Sungai Alas merupakan akses vital penghubung Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman. Menteri Dody menekankan pembangunan jembatan harus dibarengi pengendalian material di hulu agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Ia juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat penanganan jembatan dengan pengerjaan siang dan malam dari dua sisi. “Mudah-mudahan dalam 2–3 bulan sudah bisa difungsikan kembali,” ujarnya.

Baca Juga  Pemko Lhokseumawe Realisasikan 300 Unit Bantuan BSPS 2025

Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak banjir pada 27 November 2025. Jembatan ini menjadi penghubung empat kecamatan dan jalur penting pergerakan ekonomi warga.

Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Ia menyatakan fasilitas kesehatan tersebut direkomendasikan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman guna menjamin keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian PU membangun sistem perlindungan infrastruktur yang lebih tangguh, tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga pencegahan bencana jangka panjang.